Peristiwa

Kebakaran di Mojokerto Disebabkan Lambatnya Informasi Masyarakat

Mobil Damkar milik BPBD Kabupaten Mojokerto saat melakukan upaya pemadaman. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Banyaknya kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto selama musim kemarau disebabkan karena terlambatnya penangganan. Sehingga kebakaran yang terjadi baik lahan hingga rumah dikarenakan minimnya informasi masyarakat kepada petugas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, banyak masyarakat yang menganggap bila memangil mobil pemadam kebakaran atau mobil pemadam kebakaran (Damkar) akan dikenakan biaya. “Padahal tidak ada pungutan biaya alias gratis,” ungkapnya, Rabu (11/9/2019).

Sehingga, lanjut Zaini, banyak kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto karena laporan masyarakat selalu terlambat. Ia berharap agar masyarakat tanggap dalam memberikan informasi bila terjadi kebakaran agar segera bisa dilakukan upaya pemadaman.

“Saya tegaskan di sini, dalam upaya kami menaklukan api saat kebakaran tidak ada pungutan biaya. Baik itu untuk uang bensin atau pengisian air, itu semua sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Disini lah akhirnya kurang kesadaran masyarakat,” katanya.

Belajar dari beberapa kejadian saat mengatasi adanya kebakaran informasi ataupun laporan masyarakat selalu terlambat. Apalagi jika lokasi kebakaran aksesnya cukup jauh sehingga petugas akan kesulitan melakukan pemadaman dengan cepat.

“Apalagi kalau lokasinya jauh, jelas mengatasinya akan terlambat. Karena sampai saat ini, masih ada saja masyarakat yang takut memanggil damkar ketika ada kebakaran. Ada anggapan harus bayar sehingga kami himbau jika terjadi kebakaran, masyarakat agar segera melaporkan,” katanya.

Menurutnya, kobaran api bisa dihindari jika masyarakat tahu cara mencegahnya. Salah satunya melalui peran aktif masyarakat tanggal jika terjadi kebakaran yakni dengan segera melapor. Selain kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kebakaran ke petugas, ada faktor lain.

Yakni masalah teknis dan alam. Terbaru, data BPBD Kabupaten Mojokerto menyebutkan, jika Selasa (10/9/2019) kemarin ada lima kasus kebakaran. Dua kebakaran hutan di wilayah Tahura R Soerjo, satu kebakaran hutan di wilayah Perhutani dan dua kebakaran lahan.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar