Peristiwa

KBM di SMPN 3 Ponorogo Akan Segera Disatukan

KBM di SMPN 3 Ponorogo Akan Segera Disatukan

Ponorogo (beritajatim.com)  – Pemkab Ponorogo berupaya untuk menggabungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 3 Ponorogo.

Pasalnya sejak puluhan tahun yang lalu, KBM siswa kelas VII terpisah  dengan para siswa kelas VIII dan IX.

Dimana  kelas VII berada di Jalan HOS Cokroaminoto, sedangkan kelas VIII dan IX berada di jalan MT. Haryono Kelurahan Beduri Ponorogo.

”Pengelolaan sekolah akan lebih efektif nantinya jika ditempatkan di satu tempat, tidak terpisah seperti ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Endang Retno Wulandari, Senin (26/8/2019).

Retno menyebut jika terus dipaksakan seperti sekarang,  penyelenggaraan KBM kurang maksimal. Kepala sekolah dinilai juga akan kesulitan memantau KBM jika digelar di dua tempat berbeda. Rencana penggabungan KBM di SMPN 3 Ponorogo, kata Retno paling cepat pada tahun depan. Karena anggaran yang diperlukan juga tidak sedikit.

”Ini sedang diusulkan ke Kemendikbud, semoga segera terealisasi,” kata mantan kepala Dinas Dukcapil ini.

Retno menambahkan saat ini SMPN 3 Ponorogo yang berada di jalan MT. Haryono terdapat 11 ruang kelas. Lantaran hanya 11 ruang tersebut, KBM untuk siswa kelas VII urung bisa dilaksanakan dalam satu komplek. Karena butuh banyak ruang kelas lagi untuk menampung siswa kelas VII yang juga tidak sedikit. Yakni SMPN 3 Ponorogo membuka delapan rombongan belajar (rombel) untuk siswa kelas VII.

”Harus ada ruangan terlebih dahulu untuk menampung kelas VII, minimal delapan kelas,” katanya.

Perlu diketahui, bangunan untuk siswa kelas VII di jalan HOS Cokroaminoto itu pada tahun 1959 digunakan untuk sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP). Nah, pada tahun 1979 berganti menjadi SMPN 3. Sejak berubah nama tersebut, perlahan KBM boyongan ke sekolah yang berada di Kelurahan Beduri.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar