Peristiwa

Kali Lamong Meluap, Warga Serbu Banjir Ikan di Pinggir Jalan

Gresik (beritajatim.com)- Meluapnya Kali Lamong di wilayah Kecamatan Cerme, Gresik selama dua hari mengakibatkan sejumlah desa di daerah tersebut terendam banjir

Dampak banjir itu menjadi berkah bagi sejumlah warga yang melintas. Pasalnya, banjir yang meluap juga menyebabkan puluhan areal tambak ikannya terendam. Sehingga, ikan yang belum dipanen hanyut lalu dijaring warga yang melintas di Jalan Raya Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik.

Warga yang memanfaatkan momentum itu, tidak mensia-siakan kesempatan. Mereka banyak mendapatkan ikan dengan cara menjaring serta menggunakan alat penangkap ikan seadanya.

Ikan-ikan yang ditangkap itu adalah sejenis ikan bandeng yang lepas akibat banjir. Dalam hitungan menit, warga yang menangkap ikan mampu mendapatkan 5 hingga 10 ikan bandeng berukuran sedang. Hasil dari menangkap itu dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilonya.

Menurut Syaiful (38) salah satu warga asal Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menuturkan, dalam setengah hari dirinya mampu mendapatkan puluhan ikan bandeng hanya bermodal jaring berukuran kecil.

“Hasil tangkapan ini ada yang saya jual dan ada yang dibawa pulang buat lauk di rumah,” tuturnya, Sabtu (4/05/2019).

Sementara itu, salah satu penjaga tambak ikan, Imron As’ad (35) asal Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik menyatakan banjir kali ini memang lebih parah. Pasalnya, air meluap sangat deras sehingga
anyak ikan yang dipelihara dalam tambak hanyut sebelum panen.

“Sebelumnya juga pernah banjir, tapi tidak separah ini. ikan-ikan yang dipancing warga ini ikan yang lepas dari kolam tambak. Disini kan banyak kolam tambak ikan, dan sebagian besar petambak ikan rugi ratusan juta rupiah ungkapnya.

Secara terpisah, Kapolsek Cerme AKP Iwan Poerwanto mengatakan, imbas meluapnya Kali Lamong. Sejumlah ruas jalan baik yang masuk maupun keluar Cerme dialihkan.

“Khusus kendaraan roda empat maupun lebih untuk sementara dilarang melintas dulu dan dialihkan melalui Metatu lewat Jalan Raya Duduksampeyan. Sedangkan bagi pengendara roda dua bisa melintas tapi harus dituntun. Sebab, jika dinaiki airnya bergelombang sewaktu melintas,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar