Peristiwa

Kali Lamong Meluap, Ratusan Rumah di Gresik Terendam Banjir

Gresik (beritajatim.com)– Memasuki hari kedua, luapan Kali Lamong mulai meluas ke sejumlah desa. Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah milik warga yang berada di wilayah Kecamatan Benjeng, dan Balongpanggang terendam air setinggi 30 hingga 50 centimeter.

Kondisi terparah terjadi di Desa Munggugianti Kecamatan Benjeng, Gresik. Dimana, dampak Kali Lamong yang meluap menyebabkan 310 rumah warga tergenang air. Hal yang sama terjadi di Desa Sedapurklagen. Sebanyak 120 rumah warga juga tergenang.

Selain menerjang ratusan rumah milik warga. Kali Lamong yang meluap juga menyebabkan pasar, areal persawahan, sekolahan, dan jalan desa terendam banjir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, ada lima desa di Kecamatan Benjeng yang kondisinya cukup parah. Kelima desa itu adalah Desa Sedapurklagen, Munggugianti, Kedungrukem, Deliksumber, dan Bulurejo.

“Yang paling parah di Desa Munggugianti. Sebab, disana ada 310 rumah warga dan 82 hektar sawah terendam banjir,” ujar Agus Setiawan petugas BPBD Gresik, Rabu (27/03/2019).

Lebih lanjut Agus mengatakan, selain Desa diatas ada satu desa lagi mengalami hal yang sama. Yakni, Desa Sedapurklagen. Pasalnya, di daerah tersebut ada 120 rumah, sekolahan, balai desa, dan jalan poros desa terendam setinggi 30 centimeter.

“Pelayanan umum yakni Puskesmas juga tergenang. Tapi, air belum masuk ke area pelayanan pengobatan,” tuturnya.

Sedangkan di Kecamatan Balongpanggang, dampak banjir Kali Lamong juga menyebabkan sejumlah jalan poros desa tergenang air.

“Untuk wilayah desa yang berada di wilayah Kecamatan Balongpanggang. Beberapa desa juga tergenang tapi sebagian besar cuma jalan,” ungkapnya.

Terkait dengan meluapnya Kali Lamong ini Kasubag Humas dan Dokumentasi Pemkab Gresik, A.Su’udin menyatakan bupati melalui instansi terkait sudah mengirim bantuan sembako ke sejumlah desa yang terdampak.

“Sejumlah bantuan sembako sudah dikirim ke desa yang terdampak banjir. Khususnya, di Kecamatan Benjeng. Sembako yang dikirim tidak hanya makanan saja. Tapi, juga ada pakaian utamanya warga yang memiliki balita,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar