Peristiwa

Jembatan Putus, Warga 5 Desa Kena Imbasnya

Ponorogo (beritajatim.com) – Jembatan utama yang menghubungkan Desa Broto Kecamatan Slahung dengan jalan Raya Ponorogo-Pacitan, putus. Bentangan jembatan dan dinding sungai bagian barat ambrol. Akibatnya, hal itu memutus akses 5 desa. Yaitu Desa Broto, Kambeng, Wates, Duri, dan sebagian Desa Menggare.

“Jembatan ini putus sejak Rabu (6/3/2019),” kata Perangkat Desa Broto Suoprapti, Senin (11/3/2019).

Suprapti menceritakan, awalnya jembatan retak pada sore hari sekitar pukul 17.00, Rabu lalu .Sementara itu hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur. Debit air sungai naik drastis. Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 20.00, jembatan roboh. Bentangan bagian barat ambrol yang membuat kontruksi jembatan melengkung. “Saking derasnya arus sungai, dinding sungai sebagai penahan tiang jembatan tidak mampu menahan,” katanya.

Dengan putusnya jembatan, warga di 5 desa itu harus memutar sejauh 5 kilometer untuk jalan alternatif.
“Bisa juga lewat sawah di selatan, namun harus mutar sekitar 2 kilometer. Sudah begitu jalannya licin dan kecil,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jamus Kunto mengatakan jembatan putus disebabkan dinding sungai bagian barat tidak mampu menahan derasnya arus sungai, sehingga ambrol. Hal itu menyebabkan jembatan bentangan bagian barat turut roboh. Kontruksi jembatan melengkung seketika. “Memang aliran sungai sore itu deras sekali,” kata Jamus .

Jamus membeberkan pemulihan jembatan bervolume 40x5x8 meter itu membutuhkan anggaran senilai Rp 800 juta. Sementara ini pihaknya belum dapat memastikan apakah perbaikan dapat dilaksanakan tahun ini. “Belum bisa memastikan perbaikannya kapan. Menunggu hasil rapat khusus dengan dinas terkait dengan bupati hari ini,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar