Peristiwa

Jembatan Era Orde Baru di Sampang Ambruk

Sampang (beritajatim.com) – Lantaran kerap dilalui kendaraan bermuatan berat, jembatan sekaligus jalan Kabupaten Sampang penghubung antar Kecamatan Karang Penang dan Kecamatan Robatal, ambrol semenjak sepekan lalu.

Sementara agar tetap bisa digunakan dan tidak mengisolasi dua wilayah itu, warga menggalang dana secara swadaya untuk memperbaiki jembatan tersebut dengan kayu. Sehingga jembatan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda dua.

Sohib (27) salah satu warga yang melintas di jembatan ambruk Karang Penang-Robatal mengatakan, kejadian itu sudah sepekan lalu. Ambruknya jalan raya Kabupaten ini, awalnya memang sudah retak. Bahkan sudah ada peringatan truk bermuatan berat tidak melintas. Namun, hal itu tetap diabaikan.

“Lokasinya di sebelah barat masjid Jami’ Nurul Jannah Desa Karang Penang Oloh, hingga saat ini jalan masih belum diperbaiki dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” imbuhnya.

Lanjut Sohib, jalan yang ambruk hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan pembuatan jalan darurat dari kayu yang dibuat warga secara swadaya. Ia berharap pemerintah daerah segera memperbaikinya agar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Terpisah, anggota DPRD Sampang Samsul Arifin, asal daerah pemilihan (Dapil) Karang Penang menjelaskan, ambruknya jalan/jembatan tersebut sudah ada tidaklanjut dari BPBD dan PUPR Kabupaten Sampang untuk diperbaiki tahun anggaran 2019 ini.

“Memang kondisi jalan yang ambruk tersebut karena faktor usia. Jembatan tersebut dibangun sejak orde baru, oleh sebab itu, kami berharap pada pemerintah daerah untuk melakukan inventarisir dan dilakukan perbaikan keberadaan jalan-jembatan yang sudah lama dibangun,” pungkasnya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar