Peristiwa

Jembatan Desa Ambrol Saat Dilewati Dump Truk

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan penghubung antara Desa/Kecamatan Ngasem dengan Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ambrol. Jembatan penghubung desa tersebut ambrol saat dilalui kendaraan besar pengangkut material bangunan berupa pasir.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, kemarin. Saat itu kendaraan dump truk yang mengangkut pasir bernomor polisi W 8253 UR melintas dari arah timur Desa Ngasem ke arah barat Bandungrejo, menuju proyek pengembangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

Kepala Satpol PP Kecamatan Ngasem, Rusmani mengungkapkan kendaraan besar tersebut mengangkut pasir untuk proyek JTB. Tidak biasanya, kata dia, kendaraan-kendaraan seperti itu melintasi jalur tersebut. “Biasanya lewat Jalur Clangap, tidak biasa lewat jalur sini,” ungkapnya, Kamis (12/12/2019).

Jembatan tersebut, kata Rusmani, merupakan jembatan lama yang tonasenya tidak diperuntukkan untuk kendaraan berat.

“Jembatan jalur lama itu diperkirakan tidak kuat menahan beban sehingga ambrol. Dan sedang dibangun TPT, sekarang belum selesai,” katanya.

Menurut Kapolsek Ngasem, AKP Dumas Barutu, dump truk dengan muatan pasir itu diperkirakan beratnya mencapai 45 ton. Sopir truk Febrian Hasrul (29) asal Jalan Pabrik Es Laban RT 01 RW 04 Desa Lubuklor, Kabupaten Lumajang. “Kita masih melakukan penyelidikan,” jelasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar