Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan, Veteran Berikan Wejangan Patriotisme di SMATAG

Surabaya (beritajatim.com) – Menyongsong Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, SMA 17 Agustus (SMATAG) Surabaya, menghadirkan 3 veteran untuk berbagi kisah tentang perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, Sabtu (9/11/2019).

Tiga veteran tersebut adalah Pelda (Purn) Suwoyo (TNI AD) Veteran Ranting Sukolilo Surabaya, Serma Mar (Purn) Iskak Soeratman (TNI AL-MARINIR) Veteran Ranting Dukuh Pakis Surabaya dan Kompol (Purn) Minto Wahono (POLRI-BRIMOB) Veteran Ranting Sukolilo Surabaya.

Kompol (Purn) Minto Wahono mengaku sangat senang dapat kesempatan untuk berbagi pengalaman kepada puluhan siswa SMATAG tentang perang yang pernah ia lakukan . “Kami mewakili veteran. Kami bertiga dari veteran TNI AD, TNI AU, dan Brimob Polri. Pada kesempatan ini kami bahagia sekali. Karena SMATAG Surabaya memberi kesempatan pada kami untuk memberikan wejangan sekaligus semangat pada anak-anak kita siswa SMATAG Surabaya,” ujar Minto mewakili para veteran.

Ia mengatakan, berbagi semangat patriotisme sudah menjadi tanggungjawab dan tugas para veteran. Ia berharap, para generasi muda bisa terus merajut rasa kepedulian dan menjaga NKRI serta mampu menjaga rajutan dan kesatuan persatuan bangsa.

“Tak kalah penting, kami bertiga memberikan pesan moral pada anak-anak siswa khususnya, memang saat ini tugasnya tidak memanggul senjata. Tapi dengan mengharumkan nama bangsa, degan cara apa, melaksanakan pendidikan sesuai yang dijadwalkan. Membawa nama baik orang gua, keluarga, sekolah, bangsa dan negara dimanapun berada. Kita harapkan anak-anak ini mampu menjadi anak tauladan,” katanya.

Ia mengatakan, sudah menjadi tugas para veteran untuk menanamkan dan membangkitkan jiwa patriotisme kepada generasi muda. Penting bagi generasi muda untuk merajut rasa persatuan dan kesatuan bangsa indonesia karena saat ini tonggak dan masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.

“Kami memberikan pesan moral, saat ini perjuangan memang tidak berarti memanggul senjata. Tapi mengharumkan nama bangsa dengan melaksanakan pendidikan. Dimana pun berada. Mampu menjadi anak tauladan,” tambahnya.

Nuniek Silalahi, Ketua IWATA (Ikatan Wanita Perguruan 17 agustus 1945 Surabaya) juga mengatakan bahwa generasi muda adalah tonggak kemajuan bangsa, tetapi juga penting bagi generasi sebelumnya juga berperan penting dalam membentuk karakter luhur bagi generasi muda Indonesia.

“Saya sangat bergembira dan memperingati hari pahlawan. Kita seyogyanya bisa menjadi tauladan bagi anak anak kita di dalam berbagai aspek. Bagimana kita berusaha menjadi contoh yang baik dalam mengisi negara kita yang sudah merdeka untuk menjadi negara yang nyaman dan lebih maju. Agar apa yang kita lakukan menjadi bekal yang baik dan cukup kedepannya bagi anak anak kita,” ujar Nuniek.

Kepala Sekolah SMATAG, Prehantoro juga menegaskan, sekolahnya nilai-nilai patriotisme menjadi acuan penting dan selalu diaplikasikan dalam segala aspek belajar mengajar.

“Jadi kami dari SMA Merah Putih kita konsisten untuk menanamkan dan meningkatkan jiwa patriotisme. Salah satunya aplikasinya dengan menghadirkan veteran. Harapan kami anak anak setiap hari mengamalkan nilai-nilai patriotisme dalam kehidupan sehari-hari. Seperti dalam belajar, menghormati orang tua, beribadah dengan baik dan menghargai sesama,” pungkasnya Prehantoro. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar