Peristiwa

Jelang Arema FC Vs Persebaya, Kaba Intelkam Polri Imbau Brimob Tak Pakai Gas Air Mata

Malang (beritajatim.com) – Jelang final leg 2 sepakbola Piala Presiden 2019, Jumat (12/4/2019) lusa antara tuan rumah Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kaba Intelkam Mabes Polri, Komjen Unggung Cahyono berpesan, anggota Brimob yang menjaga lapangan tidak memakai gas air mata.

“Pada Brimob jangan menjadi pencetus untuk memakai gas air mata. Karena pengalaman yang sudah-sudah, pasti berdampak luas. Kita harus menjaga keamanan selama di luar dan di dalam stadion dengan cara persuasif dan simpatik. Gas air mata memancing reaksi penonton berbuat anarkis,” pesan Komjen Unggung.

Menurut Unggung, pihaknya juga meminta Kapolres Malang untuk melakukan cek di stadion saat penonton masuk. “Jangan ada yang bawa miras dan sajam. Di dalam stadion akan steril. Semoga laga kedua di kandang Arema ini dapat aman dan tertib,” terang Unggung yang mantan komandan Brimob itu.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung siap melaksanakan instruksi. Soal penggunanaan gas air mata dalam pengamanan sepakbola, Ujung menekankan sebuah teori.

“Penggunaan gas air mata seperti teori mengganggu sarang lebah. Kita tidak bisa represif. Tapi lebih pada persuasif dan senyum. Sehingga pendekatan kemanusiaan lah yang akan kita kedepankan,” pungkas Ujung. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar