Peristiwa

Jasad Masih Utuh, Ini Amalan Cucu Pendiri NU Selama Hidup

KH Chasbullah Muin, semasa hidup

Jombang (beritajatim.com) – Jasad H Chasbullah Muin masih utuh meski sudah dikubur selama delapan tahun. Penjelasan dari pihak keluarga, cucu dari pendiri NU (Nahdlatul Ulama) KH Wahab Chasbullah, ini merupakan ahli ibadah selama hidup.

Almarhum rajin membaca Alquran dan selalu menunaikan salat tepat waktu. Bahkan, dua tahun sebelum meninggal, Chasbullah Muin, selalu menjaga kesucian tubuhnya. Begitu berhadas atau batal, almarhum segera berwudlu untuk menyucikan dirinya dari hadas.

“Jadi selama dua tahun sebelum meninggal, keponakan saya itu tidak pernah batal. Dia selalu berwudlu ketika berhadas,” kata pengasuh PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang KH Hasib Wahab atau Gus Hasib yang notabene paman almarhum, Jumat (19/7/2019).

Gus Hasib menambahkan, Chasbullah juga menjalankan amalan khusus yang didapat dari sang kakek. Salah satunya mengamalkan wirid ‘Laqod jaa akum rosuulum min anfusikum’. Wirid tersebut ijazah dari KH Wahab Chasbullah yang diambil dari surat At-Taubah.

Selama hidup, Chasbullah juga aktif di bidang sosial kemasyarakat. Dia mendirikan Yayasan Pendidikan di rumahnya. Yayasan yang diberi nama Ar-Ridho di Jakarta tersebut bergerak di bidang pendidikan. “Almarhum sangat aktif berorganisasi,” kata Gus Hasib.

H Chasbullah Muin meninggal pada 16 Mei 2011. Almarhum dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Pondok Kelapa, DKI Jakarta. Selama delapan tahun dimakamkan, jenazah tersebut dipindahkan ke makam keluarga di PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang.

Nah, dari pemindahan itulah jenazah Chasbullah yang merupakan cucu dari pendiri NU (Nahdlatul Ulama) KH Wahab Chasbullah inu diketahui masih utuh. Pembongkaran makam di Jakarta dilakukan pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Kemudian dimakamkan kembali di pemakaman keluarga di PPBU Tambakberas Jombang pada Minggu (14/7/2019). “Pemindahan ini karena beliau pernah berwasiat, jika meninggal minta dimakamkan dekat kakeknya,” pungkas Gus Hasib. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar