Peristiwa

Jalur Cangar-Pacet Masih Ditutup akibat Pohon Tumbang

Sejumlah pohon yang tumbang di jalur Cangar-Pacet masih menutup jalan. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto masih melakukan evakuasi puluhan pohon tumbang di jalur Cangar, Kota Batu-Pacet, Kabupaten Mojokerto. Meski berhasil dipotong, namun potongan pohon belum bisa diangkat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, ada puluhan pohon di jalur Cangar-Pacet tumbang sejak, Sabtu (19/10/2019). “Jumlah pohon tumbang hasil pendataan terakhir dari arah Batu menuju Pacet, kiri jalan 53 pohon dan kanan jalan 30 pohon,” ungkapnya, Senin (21/10/2019).

Masih kata Zaini, rata-rata pohon yang tumbang di jalur alternatif Kabupaten Mojokerto ke Kota Batu tersebit yakni pohon jenis Anggrong, Tutup dan Pete. Penyebabnya, usia pohon sudah relatif tua karena kecepatan angin kurang lebih 32 knot /64 km per jam sehingga menyebabkan pohon tumbang.

“Kondisi saat ini, jalur Cangar-Pacet masih ditutup karena evakuasi di wilayah Batu belum selesai. Untuk di wilayah Mojokerto, pohon tumbang sudah terpotong tapi belum bisa diangkat perlu bantuan alat berat. Ini karena besarnya pohon tidak mampu diangkat dengan tenaga manual,” jelasnya.

Zaini menambahkan, pihaknya mengimbau agar pengguna jalan untuk tetap waspada karena pohon rawan tumbang masih banyak di kanan kiri jalan. Pihak Satlantas Polres Mojokerto sendiri menutup jalur alternatif dari Mojokerto ke Batu tersebut enyusul hasil koordinasi dengan Polres Batu.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bobby Muhammad Zulfikar membenarkan, hasil koordinasi dengan Polres Batu untuk melakukan penutupan di jalur Cangar-Pacet. “Iya mbk, ditutup sementara mulai kemarin. Yang arah ke Batu dari Mojokerto, ditutup,” tambahnya.

Terkait kembali dibukanya jalur tersebut, pihak terus berkoordinasi dengan Polres Batu. Jika wilayah Batu aman maka jalur Cangar-Pacet bisa dibuka kembali, namun jika Batu belum aman maka masih ditutup. Menyusul angin kencang yang terjadi di Batu. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar