Peristiwa

Jalan Nasional Pakisaji-Kepanjen Mulai Diperbaiki

foto/ilustrasi

Malang (beritajatim.com) – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Ditjen Bina Marga mulai melakukan perbaikan ruas Jalan Pakisaji-Kepanjen, Kabupaten Malang. Secara bertahap, perbaikan ruas jalan nasional itu telah dimulai sejak Jumat (25/1/2019). Perbaikan diawali dengan cold milling hingga penghamparan agregat kelas A.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BBPJN VIII PPK 02 Malang, untuk penghamparan ini dilakukan di ruas jalan nasional tepatnya di Karangsono, Pakisaji. Pekerjaan tersebut masih berlangsung hingga saat ini, dimulai pada Sabtu (9/2/2019).

Dalam peta jalan nasional BBPJN VIII, ruas jalan mulai batas Kota Malang (Kebonagung, Pakisaji) hingga Kepanjen memiliki panjang 13,26 kilometer. Sebagian besar kondisi jalan memang bergelombang dan ada sejumlah lubang menganga.

Sebagian besar kondisi jalan yang memprihatinkan, banyak menuai keluhan masyarakat yang ditujukan pada Pemkab Malang selaku pemangku wilayah.

Namun, karena ruas jalan tersebut merupakan ranah nasional, Pemkab Malang pun tidak bisa berbuat banyak. Upaya yang dilakukan Pemkab Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, selama ini hanya sebatas mengajukan permohonan perbaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hasilnya, setelah mengajukan permohonan beberapa kali, jalan nasional tersebut kini diperbaiki. “Baru tahun ini ada penanganan, untuk targetnya seberapa lama saya juga kurang tahu. Sekarang dalam proses penanganan ya. Tiga kali sudah ada (pengajuan). Setiap tahun kita mengusulkan,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni, Sabtu (16/2/2019).

Romdhoni menambahkan, pihaknya cukup memaklumi bila respon untuk penanganan jalan nasional cukup lambat. Hal itu karena ruas jalan nasional yang ditangani tidak hanya di Kabupaten Malang. “Tentunya nasional banyak yang harus ditangani. Karena akses Malang itu, untuk jalan nasional, paketnya mulai dari Pasuruan. Sehingga harus dibagi sedemikian rupa,” kata Romdhoni.

“Sebetulnya yang kita usulkan itu bisa peningkatan, ada penebalan, ada peninggian. Sehingga kapasitasnya memadai ya, karena lalu lintas selalu bertambah,” Romdhoni mengakhiri. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar