Peristiwa

Jadi Tersangka, Kepala Inspektorat Bojonegoro Ditahan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menahan Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Syamsul Hadi, Kamis (25/4/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tersangka ditahan setelah menjalani pemeriksaan sekitar empat jam. Penahanan dilakukan setelah dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana honorarium auditor dari tahun 2015 hingga 2017.

“Penahanan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Bojonegoro,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan.

Sebelum ditahan, Penyidik Kejari Bojonegoro memeriksakan kondisi kesehatan tersangka ke RSUD Bojonegoro untuk memastikan kesetahannya tidak terganggu. “Meskipun sebelumnya tersangka juga sudah menyatakan sehat,” terangnya.

Tersangka, Syamsul Hadi diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal oleh Inspektorat Bojonegoro tahun anggaran 2015-2017 dengan kerugian sebesar lebih dari Rp1,7 Miliar.

Dari total Rp1,7 Miliar lebih itu, juga dinikmati oleh beberapa stafnya. Namun, staf Inspektorat yang menerima anggaran sudah mengembalikan uang negara. Sedangkan, total anggaran negara yang dinikmati pribadi oleh tersangka sebesar kurang lebih Rp500 juta.

“Penyalahgunaan kewenangan ini termasuk dalam penyusunan RKA maupun Anggaran Pengawasan,” ujar Fauzan.

Sementara saat keluar dari Kantor Kejari Bojonegoro usai menjalani pemeriksaan, tersangka tidak menanggapi beberapa pertanyaan wartawan. Petugas Kejari Bojonegoro kemudian langsung memasukkan tersangka ke dalam mobil. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar