Peristiwa

Inilah 6 Identifikasi Paham Radikal Islam Intoleran versi Mantan Teroris

Jember (beritajatim.com) – Mantan narapidana terorisme Kurnia Widodo mengatakan, ada enam hal untuk mengidentifikasi pengikut Islam radikal intoleran di Indonesia.

Pertama, mudah mengkafirkan. “Mereka menganggap mayoritas umat Islam Indonesia murtad,” kata Kurnia, dalam dialog pelibatan sivitas akademika dalam pencegah terorisme, di gedung Rektorat Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (24/7/2019).

Hal ini dikarenakan umat Islam di Indonesia masih mengakui Pancasila dan Negara Kesatuan RI. Kelompok intoleran tidak mengakui hukum di luar hukum Islam menurut tafsir mereka.

Kedua, tidak menjawab salam sesama orang Islam di luar kelompok mereka. “Kalau pun menjawab, hanya menjawab wa alaikum, seperti jika menjawab salam non muslim,” kata Kurnia.

Ketiga, mereka memandang membenci dan memusuhi ‘murtad’ adalah sikap tauhid yang meneladani Nabi Ibrahim. Keempat, mereka tidak memakan sembelihan orang ‘murtad’. Hal ini membuat mereka memilih tidak makan daging sapi dan kambing sekalipun disembelih umat Islam. Ini dikarenakan mereka menganggap mayoritas umat Islam Indonesia murtad. “Mereka akhirnya memilih makan ikan,” kata Kurnia.

Berikutnya soal pernikahan. Mereka melakukan pernikahan tanpa wali yang sah, khuluk. Kendati ayah sang wanita masih hidup, mereka memilih menggunakan wali hakim bila sang ayah bukan bagian dari kelompok yang berbaiat sesuai manhaj atau keyakinan mereka.

Terakhir, mereka menghindari simbol-simbol negara seperti upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, sumpah pegawai negeri, dan lain-lain. “Saya sering sengaja mengantarkan anak terlambat datang ke sekolah waktu hari Senin agar tidak ikut upacara,” kata Kurnia. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar