Peristiwa

Ini Penyebab Banjir di Desa Tempuran Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Hampir sepekan, ratusan warga di dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi korban bencana banjir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan ada beberapa penyebab.

Selain intensitas hujan yang turun di lokasi, banjir dipicu masalah sungai yang mengalir di dekatnya. Terdapat dua sungai yang mengalir di dekat Desa Tempuran, yakni Sungai Watudakon dan Balongkrai. Kedua sungai tersebut bertemu di pintu Dam Sipon

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M Zaini mengatakan, ada tiga pintu Dam Sipon, satu pintu normal, satu pintu setengah normal dan satu pintu tersumbat sampah dan potongan kayu. “Karena sumbatan ini, kedua sungai tidak mengalir dan mengakibatkan banjir,” ungkapnya, Selasa (7/5/2019).

Masih kata Zaini, Dam Sipon menjadi kewengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Selain tersumbatnya Dam Sipon, Sungai Watudakon dan Balongkari perlu dinormalisasi. Kedua sungai itu mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga daya tampungnya menjadi rendah dan mudah meluap.

“BBWS akan turun membawa alat untuk membersihkan sampah dan normalisasi juga menjadi kewenangan BBWS Brantas di bawah Kementerian PUPR. Perlu normalisasi sekitar 3 kilometer. Karena dulu lebarnya 9 meter tinggal 4 meter, kedalamannya dulu dari 9 meter tinggal 3 meter,” katanya.

Ada 304 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 1.207 warga yang terdampak banjir di dua dusun tersebut yakni Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk. Meski sempat mengungsi, namun saat ini korban terdampak hanya mengungsi di tempat keluarga dan tetangga.

Saat ini, ketinggian air sekitar 50 cm di jalan dan antara 30 cm sampai 40 cm di rumah warga. Air sudah mulai ada trend penurunan sekitar 15 cm. Namun kebutuhan dasar bagi warga terdampak seperti makan, mandi dan mencuci masih disiapkan Pemkab Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar