Peristiwa

Ini Pasal untuk Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Mayat di Ngoro Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga terduga pelaku pembunuhan dan pembakaran diduga SR (55) warga Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo diringkus. Dua dari tiga pelaku dilakukan penahanan karena polisi memiliki bukti meski hasil tes DNA belum selesai.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, ketiga terduga pelaku yakni WY (26) menantu tiri SR asal Kecamatan Buduran serta ML (23) dan MI alias LM (20) warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

“Keduanya (ML dan LM, red) kami tahan karena kami kenakan pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan,” ungkapnya, Kamis (20/6/2019).

Keduanya terancam hukuman seumur hidup. Sementara MI disangka dengan Pasal 181 KUHP tentang menghilangkan mayat untuk menyembunyikan kematian seseorang. Ancaman hukuman 9 bulan penjara dalam pasal itu membuat MI tak ditahan.

“Kenapa keduanya saya kenakan pasal yang sama. Kondisi saat itu apakah korban masih hidup atau mati saat dibakar kan tidak tahu. Sementara IM hanya berperan membantu membakar mayat SR. Ketiga terduga pelaku mengakui membunuh dan membakar SR,” ujarnya.

Meski begitu, potensi adanya korban lain tetap ada. Namun selain berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Kasat, penahanan kedua terduga pelaku juga didukung bukti yang sudah kuat. WY diduga menjadi eksekutor pembunuhan SR dengan menjerat leher korban menggunakan sabuk pengaman mobil.

Selanjutnya WY meminta bantuan ML untuk membakar tubuh SR di perkebunan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Setelah tiga kali membakar jasad SR, barulah ML meminta bantuan MI untuk membakar keempat kalinya.

ML yang membantu membakar SR pertama kali juga dijerat dengan pasal pembunuhan. Kedua terduga pelaku juga dijerat pasal pencurian karena barang berharga milik SR telah raib. Yaitu sepeda motor Honda Scoopy, perhiasan kalung dan cincin, uang Rp 50 ribu, jam tangan dan ponsel.

“Kalau versinya pelaku saat akan dibakar diambilin barangnya. Dari pengakuan itu kami cek kebenarannya. Hingga kini, kami masih menunggu hasil tes DNA terhadap tengkorak milik korban,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar