Peristiwa

Ini Modus Korupsi Mantan Kasi Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka Sigit Hendro Purnomo menjadi Kasi Kemersil dan Pengembangan Bisnis Industri Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan sejak tahun 2017. Tersangka terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 1,7 milyar.

Kepala Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Hariono mengatakan, tersangka melakukan penyimpangan dalam kegiatan komersial yang tidak dipertanggungjawabkan.

“Tersangka tidak melakukan penyetoran uang hasil penjualan komoditi ke rekening perusahaan yang ditunjuk,” ungkapnya, Rabu (12/6/2019).

Masih kata Kasi Pidsus, tersangka tidak mengadministrasi dengan lengkap baik disertai dengan dokumen pendukung yang sah dan valid terhadap kegiatan komersial yang dijalankannya. Meliputi kegiatan pembelian, penjualan dan pengeluaran biaya operasional.

“Tersangka tidak secara rutin melakukan konsolidasi stok dan stok opname terhadap komoditi yang disimpan di gudang DC untuk dapat memonitor dan memastikan kecukupan stok DC. Tersangka telah melakukan penjualan RPK pasar umum dan penjualan langsung,” katanya.

Berupa komoditi jagung yang disesuaikan dengan prosedur dan tidak dapat dipertanggungjawabkan pembayarannya yang telah diaudit dan didapat. Piutang Rumah Pangan Kita (RPK) sebesar Rp618.675.000, piutang penjualan pasar umum sebesar Rp91.140.000, piutang penjualan jagung sebesar Rp800 juta.

“Selisih stok gula sebanyak 10.118 kg sebesar Rp126.475.000, total kerugian negara sebesar Rp1.636.290.000. Tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono menambahkan, tersangka menjual jagung, beras dan gula. “Penjualannya ke perorangan, ada juga perusahaan. Kita akan lihat fakta di persidangan. Sementara masih sendiri tapi saya meyakini paling tidak dia bersama-sama,” tuturnya.

Tersangka dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kota Mojokerto. Tersangka kasus korupsi sebesar Rp1,7 miliar yang berhasil dibekuk di Bandung pada, Kamis (21/3/2019) oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur tersebut sempat buron selama satu tahun sebelumnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar