Peristiwa

Ini Kenangan Terakhir Ketua PKS Jatim dengan Gus Sholah

Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan Ikut Mensalatkan Jenazah Gus Sholah, Senin (3/2/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Ketika Gus Ipang Wahid melalui akun Twitter-nya mengabarkan kepergian ayahanda beliau, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) keharibaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Sosok Gus Sholah adalah panutan bagi bangsa ini. Sikapnya selalu konsisten dalam moderasi. Beliau adalah teladan dalam kehidupan berdemokrasi. Pilihannya selalu didasarkan pada obyektivitas, rasionalitas dan kemaslahatan bagi ummat, bangsa dan negara. Baik itu pada posisi dimajukan rakyat sebagai kandidat, maupun ketika dimintai ‘fatwa’ tentang pilihannya dalam aneka kontentasi demokrasi, mulai pilkada hingga pilpres,” kata Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan mengenang Gus Sholah melalui rilisnya kepada beritajatim.com, Senin (3/2/2020).

Irwan mengatakan, PKS beruntung dapat merasakan kebeningan sikap Gus Sholah. Gus Sholah dinilai sebagai rujukan bagi PKS Jatim dalam membangun bangsa. “Kami selalu sowan kepada beliau. Sebelum Pemilu lalu, kami bersama Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim mendengarkan pandangan-pandangan dan masukan beliau. Dan, itu sangat mencerahkan. Kami pegang nasihat-nasihat beliau sampai sekarang,” ujar Irwan.

Saat Haul Gus Dur pada 21 Desember 2019 lalu, lanjut dia, Gus Sholah juga dengan pandangannya yang jernih, memberikan sambutan pada Seminar Nasional di Pesantren Tebu Ireng Jombang tersebut.

“Saat itu, Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf didapuk menjadi salah satu pembicara oleh beliau. Sebelumnya kami pun bercengkrama di kediaman. Dan, mendengarkan wejangan-wejangan beliau. Kami tak menyangka itulah saat terakhir kami bertemu,” kenang Irwan usai melaksanakan Salat Jenazah di Tebu Ireng yang diimami oleh KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi). Tampak pula mendampingi Wakil Ketua Umum DPW PKS drh. Suhartono, juga para pengurus DPW dan DPD PKS Jombang.

Sementara itu, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menilai Gus Sholah adalah seorang ulama, kiai yang tawadlu’ karena bisa diterima semua kalangan. “Tak hanya kalangan umat Islam, tapi seluruh Indonesia. Karena kita bagian dari negeri ini, maka kita kehilangan tokoh bangsa dan panutan,” kata Sohibul saat takziah di kediaman Gus Sholah di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan.

“Kebetulan dua bulan lalu saya ke sini, ngobrol dengan beliau. Kesan yang paling dalam adalah beliau bukan hanya memiliki pemahaman agama yang luar biasa. Melainkan, juga wawasan kemasyarakatan, wawasan ilmu yang sangat luar biasa. Yang keluar dari beliau itu selalu memberikan hikmah yang luar biasa,” kata dia.

“Buat kami, kami merasakan ini sebagai pelita di dalam perjalanan kami,” kata Sohibul menambahkan.

Nampak pula bertakziah, Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri. Sementara Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid ditunjuk untuk memimpin doa di depan jenazah sebelum jenazah Gus Sholah diberangkatkan ke Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Jenazah diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Senin hari ini sekitar pukul 09.00 WIB.

“Doa kita pasti sama, mendoakan beliau agar husnul khotimah, keluarga diberikan ketabahan dan kita bisa melanjutkan perjuangan beliau. Selamat jalan kiai, wejanganmu akan selalu kami pegang, dan konsistensimu akan selalu kami teladani,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar