Peristiwa

Ini Kata Bupati Pamekasan Soal Demo Tembakau

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (tengah) saat menemui massa demonstran soal tembakau di depan Mandhepa Agung Ronggosukowati.

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menilai demonstrasi gabungan yang dilakukan puluhan massa dari berbagai elemen sebagai salah satu bentuk kontrol dari masyarakat terhadap pemerintahan yang dipimpinnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Badrut Tamam saat menghadapi massa demonstran yang berunjuk rasa seputar anjloknya harga tembakau di depan Mandhepa Agung Ronggosukowati, yang notabene rumah dinasnya sebagai bupati, Senin (9/9/2019).

“Pertama kami sampaikan, pemerintah Kabupaten sangat berterima kasih kepada semua masyarakat yang sudah menyampaikan aspirasi. Demo ini merupakan alat kontrol dari masyarakat, jadi kami sangat berterima kasih sudah mengontrol pemerintah melalui aksi ini,” kata Bupati Badrut Tamam, di hadapan massa.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan beberapa hal terkait tuntutan dari massa seputar persoalan tembakau di Bumi Gerbang Salam. “Soal tembakau, pemerintah bersama 9 (sembilan) pabrikan sudah melakukan komunikasi dan menyepakati harga minimal tidak boleh membeli di bawah Rp 42.643,” ungkapnya.

“Sehubungan dengan kondisi saat ini, langkah yang akan kami ambil kemungkinan merubah Perda (Peraturan Daerah) tentang Tembakau. Hal itu akan kami segera kami komunikasikan bersama DPRD dengan melibatkan beberapa stakeholders, pemuda dan mahasiswa. Tujuannya agar bisa mensejahterakan petani,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan seputar janji politik meningkatkan harga jual tembakau di Pamekasan. Salah satunya dengan mengumpulkan sejumlah stakeholders sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ada. “Artinya pemerintah sudah maksimal berikhtiar memperjuangkan harga tembakau,” pungkasnya.

Berdasar edaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, harga jual tembakau tahun ini tergantung jenis mengacu pada Break Event Point (BEP) yang ditetapkan pada 28 Maret 2019 lalu. Masing-masing sebesar Rp 32.484 per kilogram (Kg) untuk jenis tembakau sawah, Rp 41.581 per kg untuk tembakau tegal dan Rp 55.101 per kg untuk tembakau gunung.

Penetapan yang melibatkan sejumlah pihak tersebut, secara keseluruhan sepakat dengan patokan harga rata-rata sebesar Rp 42.643 per kg. Nominal tersebut lebih tinggi dibandingkan BEP yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar