Peristiwa

Ini Cerita Keluarga di Mojokerto yang Diduga Keracunan Rawon Sisa

Mojokerto (beritajatim.com) – Satu keluarga di Mojokerto terpaksa dibawa ke IGD RS Islam Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto karena diduga keracunan rawon sisa. Namun pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto memastikan korban meninggal memiliki riwayat sakit jantung bukan karena keracunan.

Menantu korban, Yuli menuturkan, jika pada Sabtu (8/5/2019) pekan lalu mertuanya, almarhum Wagimin (66) dan Tiah (58) mengadakan halal bihalal. “Jumat malam masak karena Sabtu pagi dibuat acara. Acaranya dari pagi sampai siang kemudian sore berangkat ke Sarangan, Magetan,” ungkapnya, Senin (10/6/2019).

Masih kata Yuli, rawon sisa halal bihalal dibawa bersama 14 anggota keluarga ke Waduk Sarangan, Magetan. Selain membawa rawon sisa halal bihalal, mereka juga membawa bistik, sate, semangka, kue lebaran, teh celup dan kopi kemasan. Makanan tersebut dibawa untuk dikonsumsi bersama saat berada di Magetan.

“Habis acara halal bihalal, kita sekeluarga ada 14 orang liburan ke Magetan bawa bekal sisa halal bihalal. Jam setengah 9 sudah sampai Magetan, setelah dapat villa makan-makan jam 10 malam. Jam 12 malam, Nova yang mengeluh dan muntah kemudian satu per satu mengalami yang sama,” katanya.

Dari 14 anggota keluarga, tujuh diantaranya mengeluh mual, pusing dan muntah. Yuli yang juga ikut rombongan ke Magetan dan ikut makan bareng tidak merasakan apa yang dirasakan ke tujuh anggota lainnya. Karena banyak yang mengeluh sakit sehingga pulang kembali ke Mojokerto pada, Minggu (9/6/2019) pagi.

“Yang muda-muda tidak apa-apa tapi 7 orang mengalami mual. Kedua mertua saya, adik dan suami serta bude yang yang dibawa ke RS, bapak mertua saya meninggal tidak tahu kalau ternyata sudah meninggal di perjalanan. Tinggal 3 orang yang dirawat di RS, bapak langsung dibawa pulang karena kita menolak diotopsi,” jelasnya.

Yuli menambahkan, saat perjalanan pulang rombongan keluarganya sempat mampir di rest area dan minum kopi dalam kemasan botol. Ia menjelaskan jika sudah tidak ada sisa makanan, namun ia menduga kemungkinan yang merasakan mual, pusing dan muntah karena hawa dingin di Magetan.

“Sisa makanan tidak ada, semua juga makan tapi hanya 7 orang yang mengeluh sakit. Mungkin karena hawa dingin karena di Magetan dingin, keluarga menolak mertua saya diotopsi sehingga langsung dimakamkan,” tambahnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar