Peristiwa

Ini Alasan Pemprov Jatim Bangun Pabrik PPSLI B3 di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah polemik penolakan warga, akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan prosesi peletakan baru pertama pembangunan pabrik Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Industri B3 (PPSLI) di Desa Cendoro, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, peletakan baru pertama secara simbolis dilakukan Gubenur Jawa Timur. “Alhamdulillah pagi tadi peletakan batu pertama secara simbolis dilakukan oleh bapak Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Surabaya,” ungkapnya, Minggu (10/2/2019).

Masih kata Wahid, rencananya pembangunan pabrik PPSLI dibangun di atas tanah Perhutani seluas 50 hektare. Pembangunnya sendiri dilakukan secara bertahap, di tahap pertama pembangunan akan dilakukan pada 2019-2020 dengan memanfaatkan tanah seluas 5 hektare terlebih dahulu.

“Pembangunan pabrik PPSLI ini merupakan pusat pengolahan sampah dan limbah industri yang ke dua setelah di Bogor. Pertumbuhan industri di Jawa Timur terus meningkat hingga 7,53 persen setiap tahunnya. Jumlah industri di Jawa Timur saat itu sudah mencapai 813.140 unit,” katanya.

Dari beberapa industri di Jawa Timur tersebut, lanjut Wahid, menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Data di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Jawa Timur, industri di Jawa Timur yang menghasilkan limbah B3 sebanyak 218 industri dan berpotensi menghasilkan limbah sebanyak 49 juta ton pertahun.

“Tak hanya dari industri saja, karena limbah rumah sakit juga menghasil limbah B3, yakni sebanyak 215 rumah sakit di Jawa Timur berpotensi menghasilkan limbah sebanyak 1,9 juta ton pertahun. Belum lagi, Banyak kegiatan lain yang juga menghasilkan limbah,” ujarnya.

Wahid menjelaskan, data dari DLH Pemprov Jatim menyebutkan jika potensi limbah pertahun totalnya 177 juta ton. Dari 177 juta ton limbah yang sudah dikelola baru 35 persen atau sekitar 60 juta ton limbah. Sehingga, masih ada sekitar 110 juta ton yg perlu penangganan.

“Sehingga Pemprov Jatim perlu membangun pabrik PPSLI di Jatim karena sementara sisa limbah ini larinya ke PPSLI di Bogor. Kalau ke bogor butuh pengeluaran tinggi karena menempuh perjalanan cukup jauh. Pembangunan PPSLI di Jatim juga untuk menghindari kebocoran limbah,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar