Peristiwa

Hujan Semalam, Sungai Ingas Meluap, Lansia PKH Dievakuasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Mbah Sumijah (80) Warga RT 1 RW 8, Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dievakuasi. Pasalnya rumah yang ditempati terdampak banjir luapan Sungai Ingas, Senin (29/4/219).

Air luapan anak sungai Bengawan Solo mulai masuk rumah sejak pagi dan baru surut sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Rumah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang berlantai tanah itu tergenang. Sehingga dia harus dievakuasi.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, banjir terjadi akibat hujan yang terjadi sejak semalam, sehingga membuat anak Sungai Ingas meluap. Luapan Kali Ingas masih menggenangi 8 RT di Dusun Samberan Kecamatan Kanor. “Rumah yang tergenang mulai RT, 1 sampai dengan RT 8. Dari 8 RT dua RT Yakni RT 7 dan 8 luapan sungai ingas menggenangi pemukiman warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia.

Warga yang rumahnya tergenang banjir akan diberi bantuan berupa sembako. Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir sebanyak 42 KK. Rinciannya, 15 KK di RT 8, 11 KK di RT 7, 2 KK di RT 6, 4 KK di RT 5 dan masing masing 8 KK di RT 1 dan 2 KK di RT 2.

Sekretaris Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Arif Rokhman mengatakan, hujan membuat Sungai Ingas meluap. Sekitar pukul 04.00 WIB air mulai masuk dipekarangan warga dan rumah warga. Untuk rumah kebanyakan adalah bagian dapur dan beberapa diantaranya masuk hingga keseluruh sudut rumah. “Sedangkan areal pertanian memang tergenang namun sebagian besar sudah selesai masa panen,” ujarnya.

Arif Rokhman menuturkan bahwa untuk wilayah Samberan jarang terdampak banjir dan dari beberapa tahun baru kali ini. Ketinggian air yang menggenangi, lanjut Arif, bervariasi namun kebanyakan menggenangi pekarangan dan jalan desa serta beberapa pemukiman warga.

Rumah Mbah Sumijah sendiri tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa. Saat hendak diungsikan kerumah kerabatnya, awalnya dia menolak dengan alasan menjaga rumah peninggalan suaminya dan memilih tetap tinggal di dalam rumah yang terendam. Petugas dari BPBD, Satpol PP, TNI dan Perangkat Desa butuh beberapa saat hingga Mbah Sumijah mau diungsikan di rumah salah satu kerabatnya.

Menurut Pendamping PKH Kecamatan Kanor, Eki Nurhadi, Mbah Sumijah menjadi peserta PKH sejak 2016. Mbah Sumijah juga merupakan seorang janda yang tingkat ekonominya rendah. Kesehariannya Mbah Sumijah tinggal sendiri dan dirawat oleh keluarganya yang tinggal di samping rumahnya.

“Memang Mbah Sukijah ini layak mendapat PKH, karena kondisinya juga warga miskin. Pendamping juga mengupayakan program bedah rumah,” ujarnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar