Peristiwa

Hujan Empat Jam di Pacet, Terjadi Longsor di Tujuh Titik

Proses evakuasi material longsor di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras yang menguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto pada Rabu (26/2/2020) menyebabkan beberapa titik longsor i Kecamatan Pacet. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat ada tujuh titik longsor di kecamatan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, berdasarkan pantauan Satelit Citra Radar BMKG dan SIMONA, di wilayah Kabupaten Mojokerto, khususnya wilayah hulu diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat dengan durasi 4 jam lebih. “Akibatnya terjadi peningkatan debit air di beberapa titik Sungai Kromong,” ungkapnya.

Masih kata Zaini, ada tujuh lokasi longsor, banjir dan longsor (bansor) serta pohon tumbang di Kecamatan Pacet. Sebanyak tujuh titik tersebut ada di lima desa, Desa Claket, Pacet, Cempoko Limo, Kembang Belor, Petak dan Kemiri. Tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di Dusun Mligi, Desa Claket yakni perbatasan antara Kecamatan Pacet dan Trawas.

“Akibatnya, sebuah tiang listrik milik PLN roboh dan longsoran terjadi dengan ketebalan 0,5 meter, lebar 20 meter dan panjang 30 meter. Namun sudah berhasil ditangani. Longsor juga terjadi di Dusun Made, Desa Pacet dengan panjang 60 meter, lebar 20 meter dan 1 meter. Bansor juga terjadi Adventure Cap Claket dan di depan salah satu hotel yang ada di Desa Petak,” ujarnya.

Di Dusun Sono, Desa Kemiri, terjadi bansor yang menyebabkan dua kandang ternak terbawa arus banjir, 11 ekor kambing hanyut dan 6,8 hektar area persawahan milik warga terendam. Seluas 2,8 hektar berupa tanaman sayur mayur dengan usia 30 hari dan 4 hektar tanaman padi dengan usia 60 hari.

“Di Desa Cempoko Limo, longsor dengan panjang 4 meter, lebar 5 meter dan ketebalan 0,5 meter. Sebuah plengsengan di Dusun Gapuk, Desa Pacet jebol dengan ukuran 7 x 15 meter2 sehingga menyebabkan sebuah tiang listrik roboh dan listrik di Desa Pacet padam. Kita langsung berkoordinasi dengan pihak PLN,” tuturnya.

Akibatnya, tambah Zaini, listrik di Desa Pacet padam karena jaringan kabel terganggu. Hingga berita ini ditulis, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah berada di lokasi longsor dan melakukan evakuasi serta pembersihan material longsor. Sementara di Pacet, hujan gerimis masih terus terjadi. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar