Peristiwa

Helikopter TNI AU Pantau Kawasan Terdampak Banjir dari Udara

Magetan (beritajatim.com) – Pesawat Helikopter Super Puma NAS 332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Senjaya, mengadakan pemantaun kembali di wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Ponorogo, Balerejo Madiun dan wilayah Ngawi. Helikopter tersebut disiagakan di Lanud Iswahjudi dalam rangka misi SAR, daerah Madiun raya terkena musibah banjir sejak Rabu (6/3/2019).

“Hal tersebut untuk menyakinkan kembali kepada masyarakat bahwa daerah, Ponorogo, Balerejo dan Ngawi airnya sudah kering,” ungkap Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, saat ditemui wartawan, Selasa (12/3/2019).

Dia berharap melalui pantaun lewat udara ini, masyarakat Ponorogo, Madiun, dan Ngawi semakin yakin bahwa bencana banjir yang melanda sejak Rabu lalu benar-benar surut. Selanjutnya Bupati masing-masing bisa memberikan informasi kepada masyarakat agar tenang karena sudah lewat masa bahaya. “Artinya air sudah surut dan debit air di sungai sudah normal kembali,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa TNI Angkatan Udara memiliki pesawat Helikopter yang ada di Lanud Iswahjudi dan itu harus dimanfaatkan dengan baik, agar dapat memberikan informasi yang benar dan aktual kepada masyarakat.

Helikopter Puma, kata Danlanud, disiagakan di Lanud Iswahjudi dalam rangka standby SAR (Search and Rescue). Pihaknya selain memberikan bantuan kemanusiaan, dengan evakuasi warga, pemberian dukungan logistik, juga memberikan informasi meteorologi (ramalan cuaca). “Namun jika ada kondisi bahaya bencana apapun yang berkaitan dengan SAR, maka heli ini bisa digunakan,” katanya.

Marsma Iko menegaskan, intinya pesawat digerakan untuk membantu proses evakuasi atau pengiriman logistik dan pemantauan dari udara itu bisa dilakukan. “Jadi pesawat ini bisa digunakan untuk hal kemanusiaan, khususnya penanggulangan bencana,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar