Peristiwa

Hasil Uji Lab: Beras BPNT di Pulau Arjasa Tak Mengandung Plastik

Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Sosial Kabupaten Sumenep membuka hasil uji laboratorium sampel beras dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

“Dari hasil uji laboratorium di tiga tempat yang baru kami terima, sampel beras yang kami ambil dari Desa Pajenangger tidak terdeteksi mengandung plastik,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, M. Iksan, Jumat (14/2/2020).

Sebelumnya, pada Januari 2020, keluarga penerima manfaat (KPM) beras bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, mengeluhkan kualitas beras yang mereka terima. Versi masyarakat, beras itu tidak bisa dikonsumsi karena setelah dimasak, teksturnya berubah seperti plastik.

Bahkan salah seorang penerima beras, Hairudin, membuat video tentang beras yang diduga mengandung plastik itu. Video yang viral di medsos tersebut menunjukkan kondisi beras sejak sebelum dimasak, hingga menjadi nasi. Setelah menjadi nasi kemudian dikepal bulat dan dilemparkan ke lantai, nasi itu memantul seperti layaknya bola karet.

Saat dicuci, warga menyebutkan bahwa air cucian beras sama sekali tidak keruh. Selain itu, tidak ada aroma beras maupun nasi pada umumnya. Karena itu, warga pun mengembalikan beras bantuan itu dengan cara mengumpulkannya di balai desa setempat.

“Dari uji profil plastik di sejumlah laboratorium dan uji identifikasi karakteristik contoh beras melalui metode scanning electron microscope (SEM), beras itu tidak mengandung plastik,” terang Iksan.

Menurut Iksan, hasil uji laboratorium itu menyebutkan bahwa dari sisi keamanan dan mutu pangan, beras BPNT di Arjasa itu memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi. Beras itu dinyatakan tidak mengandung Aflatoksin (segolongan senyawa toksin yang berasal dari fungi dan dikenal mematikan bagi manusia dan hewan: red).

“Ini saya hanya membacakan hasil lab. Tidak mengurangi dan tidak menambahi. Beras merk Cendrawasih itu layak dikonsumsi dan tidak membahayakan,” tandasnya.

Bahkan menurutnya, dari hasil uji laboratorium itu, beras BPNT di Desa Pajenangger digolongkan dalam beras dengan mutu premium sesuai Permentan.

“Jadi setelah hasil uji lab ini, silahkan agen atau e-warung berkoordinasi dengaan supplier untuk membagikan kembali beras yang sudah dikumpulkan di balai desa, atau bisa juga diganti dengan beras lain. Terserah e-warung,” paparmya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar