Peristiwa

Hasil Otopsi Santri Tewas Dianiaya Senior di Mojokerto, Tengkorak Kepala Korban Pecah

Usai disemayamkan di Masjid Jami Mamba'ul Ulum, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Hasil otopsi terhadap santri di Mojokerto yang tewas usai dianiaya seniornya, karena tengkorak kepala korban pecah. Hasil diketahui setelah jenazah korban di otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, kasus penganiayaan terhadap santri Pondok Pesantren (ponpes) Mambaul Ulum di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto masih didalami.

“Saya masih minta waktu, kan belum 1×24 jam. Ini sedang di pra rekontruksi karena menghilangkan nyawa seseorang itu harus jelas perannya. Jelas sebab kematiannya dan sebagainya jadi masih didalami. Jadi masih pra rekonstruksi,” ungkapnya, Rabu (21/8/2019).

Masih kata Kapolres, pihaknya berjanji akan segera merealese jika sudah mendapatkan jawabannya. Sementata itu terkait hasil optosi, Kapolres menjelaskan, jika tengkorak kepala korban pecah sehingga menyebabkan korban meninggal.

“Saya jamin sebelum 1×24 jam sudah akan kita realese. Dari hasil otopsi akibat luka di kepala. Tengkorak belakang pecah, itu hasil otopsi makanya kita cari sebabnya kenapa. Penyebab kematian karena pecah tengkoraknya. Ada empat orang diperiksa sekarang masih pra rekontruksi, ok,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar