Peristiwa

Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Wajib Bawa Masker

Malang (beritajatim.com) – Gunung Bromo erupsi, abu vulkanik saat ini mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Meski abu vulkanik terus keluar status Gunung Bromo masih tetap seperti sebelumnya, berada di level II atau waspada.

“Sejak 1 bulan terakhir secara visual dicirikan oleh asap putih tipis sampai tebal. Kegempaan dicirikan oleh amplitudo tremor yang kecil (1 mm), namun ada beberapa kali gangguan goyangan dari gempa subduksi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, Sabtu, (16/3/2019).

Bagyo mengatakan, gempa yang terjadi di wilayah laut Malang Selatan pada 19 Februari 2019 dan 10 Maret 2019 memang mempengaruhi aktifitas Gunung Bromo. Menurutnya, dampak dari gempa mempengaruhi aktifitas kawah Bromo.

“Mengganggu keseimbangan kawah Bromo. Sehingga asap putih tipis sampai tebal yang keluar dari kawah Bromo sesekali berubah mengeluarkan hembusan abu tipis warna coklat,” papar Bagyo.

Selain itu, BPBD mengimbau wisatawan yang bakal berkunjung ke Bromo untuk membawa masker. Sebab, semburan abu vulkanik bisa mengarah kemana saja tergantung hembusan arah angin.

“Sementara resiko Bromo berupa hembusan abu yang sebaran abunya bergantung kecepatan dan arah angin, jadi siapkan masker dan tidak mendekati jarak radius 1 kilometer dari kawah,” tandas Bagyo. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar