Peristiwa

Gubernur: Museum dan Galeri Seni SBY-Ani Menginspirasi Pacitan, Jatim dan Indonesia

Pacitan (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dalam acara Groundbreaking Museum dan Galeri Seni SBY-Ani di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Pacitan.

“Gravitasi Pacitan makin kuat dengan adanya Museum dan Galeri Seni SBY-Ani. Semoga menginspirasi warga Pacitan dan Jawa Timur serta Indonesia. Bukan hanya Pak Bupati Pacitan, kami Pemprov Jatim juga merasakan getaran yang sama apabila ada Museum dan Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan,” tutur Khofifah dalam sambutannya, Sabtu (22/2/2020).

Gubernur juga mewacanakan ke depan adanya penerbangan rintisan di Kabupaten Pacitan.

“Museum dan Galeri Seni tidak hanya menjadi tambahan destinasi wisata, tapi ada semangat dari Pak SBY untuk kami semua. Ada energi-energi baru yang akan disemai dari Bumi Majapahit Jatim,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indartato menambahkan dulu banyak warga yang mengaku dari Madiun dan Ponorogo, tapi SBY setelah terpilih menjadi Presiden RI ke-6 pada tahun 2004, orang luar Pacitan pun sekarang mengaku Pacitan.

“Semoga dengan Museum dan Galeri Seni ini kunjungan wisata lebih banyak dan membuat nama Pacitan lebih harum. Pada tahun 2019, ada sebanyak 2,3 juta wisatawan di Pacitan. Ke depan, semoga bisa 5 juta wisatawan kalau ada museum. Ini agar perekonomian, lapangan pekerjaan dan pengangguran kemiskinan bisa berkurang dengan adanya museum dan galeri ini,” jelasnya

Sekadar diketahui, Museum Kepresidenan SBY akan menampilkan sejarah hidup SBY yang dibagi menjadi berbagai tema, dimulai dari masa kecil dan remaja SBY di Pacitan, mengemban tugas negara di dunia militer, melaksanakan pengabdian sebagai menteri di era Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati, hingga terpilih menjadi presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat di tahun 2004.

Museum ini juga akan menampilkan berbagai tema sepuluh tahun masa kepemimpinan SBY, memimpin bangsa dan negara dengan berbagai tantangan dan capaian yang dinikmati oleh rakyat Indonesia. Berbagai prestasi yang berhasil ditoreh utamanya dalam bidang perdamaian (peace), keadilan (justice), kesejahteraan (prosperity) dan demokrasi (democracy).

Museum ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagaimana Presiden SBY memimpin bangsa, melaksanakan pemerintahan, dan mengatasi krisis serta tantangan dalam sepuluh tahun masa pemerintahannya.

Museum ini juga akan melestarikan pandangan dan nilai-nilai perjuangan SBY dalam rangka memperkukuh karakter dan jati diri bangsa. “Tentunya museum ini didesain untuk memberikan masyarakat lingkungan yang nyaman, serta nuansa yang mendidik dan menghibur. Sehingga, akan menjadi salah satu pengalaman yang mengesankan dan tak terlupakan,” kata Ossy Dermawan, Direktur Museum dan Galeri Seni SBY-ANI.

Sementara itu dalam Galeri Seni Ani Yudhoyono, berbagai karya seni seperti lukisan, patung, kain batik, kerajinan tangan, dan benda seni lainnya akan ditampilkan. SBY dan Almarhumah Ibu Ani sangat mencintai seni budaya Indonesia. Selama mendamping SBY, Ibu Ani telah mengoleksi sekitar sepuluh ribu karya seni, baik yang didapatnya di dalam negeri maupun saat kunjungan kenegaraan ke luar negeri.

Museum yang rencananya akan dikelola oleh Yayasan non profit ini, harapannya bisa dinikmati oleh publik pada tahun 2022 atau 2023. “Kami mohon dukungan dan doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar rencana pembangunan museum dan galeri seni ini dapat berjalan dengan baik,” pungkas Ossy. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar