Peristiwa

FNRP Sebagai Ajang Pelestarian Reyog

Ponorogo (beritajatim.com) – Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) kembali digelar. Acara rutin yang diadakan menjelang satu Muharram atau satu Suro tersebut, dilaksanakan dari tanggal 26-30 Agustus 2019.

Tahun ini FNRP ke 26 itu diikuti oleh 36 peserta. Bukan hanya dari sekitar Ponorogo, namun juga diikuti group reyog dari beragai daerah di Indonesia. Misalnya dari Malang, Batu, Jember, Surabaya, DKI Jakarta, hingga Palembang dan Muara Enim.

”FNRP digelar dalam rangka Grebeg Suro dan Peringatan Hari Jadi Ke-523┬áPonorogo. Diikuti oleh 36 group reyog yang tersebar di Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Agus Sugiarto, Selasa (27/8/2019).

FNRP kata Agus, tak hanya menjadi festival pementasan grup reyog dari berbagai daerah. Lebih dari itu, ini juga menjadi ajang pembibitan atau regenerasi para pegiat seni reyog dari Ponorogo sendiri. Sebab, sejumlah sekolah SMA atau sederajat juga ikut ambil bagian dalam FNRP.

“Festival ini juga sebagai bentuk pelestarian seni reyog. Grup reyog dari sekolah-sekolah juga ikut” kata Agus.

Selain FNRP, pemkab setempat menggelar berbagai event untuk memeriahkan dua agenda besar tahunan Ponorogo itu. Mulai dari Arak-arakan Reyog Obyok yang digelar 21 Agustus lalu, disusul Festival Reyog Mini yang digelar 22-25 Agustus.

Selain itu juga masih banyak event lainnya, dimana puncak acaranya Larungan di telaga Ngebel. Agus menambahkan jika Grebeg Suro dan Peringatan Hari Jadi Ke-523 Ponorogo ada yang beda dengan sebelumnya.Kali ini pihaknya bekerjasama dengan Kemendikbud RI melalui Platform Indonesiana.

”Seperti kata Bapak Bupati, kerjasama dengan Kementerian ini sebagai ajang oromosi grebeg suro diskala nasional,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar