Peristiwa

FKUB Madiun: Jangan Ada Lagi Kerusuhan Setelah Putusan MK Nanti

Madiun (beritajatim.com) – Berkaca pada kerusuhan yang terjadi pasca putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil pilpres 2019. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun mengajak masyarakat untuk menahan diri. Terhadap berlangsungnya gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang saat ini ditangani oleh Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pilpres.

”Kita harus bijak dan jernih dalam menyikapi suatu masalah. Apa lagi terkait pilpres yang pasti kita alami setiap 5 tahun sekali,” kata Ketua FKUB Kab. Madiun KH. Muharromain Iksan kepada beritajatim.com, Jumat (14/6/2019).

Kyai Muharromain mewakili tokoh-tokoh lintas agama dalam FKUB mengharapkan apapun putusan MK terkait pilpres bisa diterima oleh semua pihak dengan lapang dada. Tidak terjadi kelompok maulun individu yang menggunakan kekerasan ataupun tindakan anarkis untuk menciptakan kondisi chaos. Seperti yang terjadi pada 21-22 Mei lalu di Jakarta.

”Kerusuhan lalu tidak mencerminkan kepribadian masyarakat Indonesia yang ramah dan mengedepankan musyawarah,” katanya.

Dia menaruh harapan yang besar pada sinergitas Polri dan TNI dalam bekerjsama untuk mewujudkan situasi yang kondusif. Supaya kerusuhan pada bulan lalu tidak terjadi lagi. Kyai Muharromain juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi pada hasutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

”Kami mendukung langkah Polri dan TNI dalam menindak tegas dalang dari biang kerusuhan yang terjadi,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar