Peristiwa

Fenomena Frozen di Gunung Bromo Bikin Jalur Cemoro Lawang Macet

Probolinggo (beritajatim.com) – Seolah tak ingin melewatkan fenomena frozen di Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, turis lokal maupun manca negara, ramai-ramai bertandang. Bahkan sebagian menyewa penginapan untuk beberapa malam di sekitar kawasan wisata setempat.

Pantauan beritajatim.com di lapangan Minggu (30/6/2019), jalur menuju puncak Bromo, dari Desa Sukapura, hingga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sempat macet. Titik kepadatan persisnya terjadi di kawasan Cemoro Lawang.

Jalur dari pintu Probolinggo ini, dipadati kendaraan roda dua dan empat. Tercatat, turis lokal datang dari beberapa daerah. Diantaranya, Jember, Surabaya, dan Banyuwangi.

Sekadar diketahui, Cemoro Lawang, merupakan salah satu jalur menuju ke Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru. Jalur ini terbilang paling favorit karena jalur terdekat menuju kawah Gunung Bromo. Kawasan ini juga memiliki fasilitas pendukung paling lengkap diantara kawasan sekitar Bromo. Yakni hotel, restoran, maupun home stay.

Sejatinya ada empat jalur menuju ke Gunung Bromo. Antara lain dari Malang melalui Desa Ngadas, dari Pasuruan, melalui Tosari, dari Lumajang melalui Desa Burno, dan dari Probolinggo, melalui Desa Cemoro Lawang.

Wida, salah satu pengunjung mengatakan, menyempatkan diri datang bersama anak-anaknya khusus menyaksikan fenomena frozen. Ia mengaku, seperti pengunjung lainnya, juga sedang memanfaatkan libur sekolah. “Saya 10 kali lebih mungkin datang ke Bromo. Tapi baru kali ini ada fenomena frozen,” katanya.

Sejak fenomena frozen berlangsung, pengunjung Gunung Bromo meningkat empat kali lipat. Terutama pada weekend ditambah musim libur sekolah. Wisatawan memilih datang pada waktu pagi untuk merasakan suhu di bawah nol hingga minus empat derajat celsius.

Sebelumnya, frost atau embun upas menyerupai es muncul di sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hal itu disebabkan cuaca yang sangat dingin, bahkan menyentuh 0 derajat celsius.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, frost muncul di kawasan Ranupani atau di jalur pendakian menuju Puncak Gunung Semeru, Cemoro Lawang, Lautan Pasir Gunung Bromo, dan kawasan Bukit Penanjakan.

“Fenomena frost atau embun upas sudah dilaporkan teman-teman di lapangan, di Ranupani, Cemoro Lawang dan Penanjakan dilaporkan sudah ada fenomena itu,” katanya kepada sejumlah wartawan Jumat (21/6/2019) lalu. Sarif menjelaskan, frost pertama kali muncul di Ranupani pada 16 Juni 2019. Suhu di kawasan itu mencapai rata-rata dua hingga delapan derajat celcius. [eko/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar