Peristiwa

Fandi Utomo: Pemilu 2019 Penting untuk Konsolidasi Demokrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Pemilu 2019 kali ini terbilang berbeda. Selain baru pertama kali rakyat Indonesia memilih Presiden hingga wakil rakyat secara bersamaan, pesta demokrasi pada tanggal 17 April 2019 ini disebut juga demi mewujudkan kepentingan konsolidasi demokrasi yang tidak kompleks.

Hal itu diungkapkan oleh Ir. Fandi Utomo selaku bagian dari Tim Perumus UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu, Ir. Fandi Utomo terus menekankan terkait pentingnya Pemilu 2019.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mengungkapkan bahwa Pemilu 2019 memiliki beberapa tujuan secara spesifik demi kepentingan konsolidasi demokrasi.

“Ada tiga isu besar yang bisa dijawab dan ditemukan solusinya melalui Pemilu 2019. Apa saja? Pertama, Pemilu 2019 harus bisa menyelesaikan isu klasik soal korupsi. Kedua, Pemilu 2019 juga harus bisa menyelesaikan permasalahan disintegrasi bangsa,” ujar Fandi Utomo.

“Jadi, Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu 2014. Punya perbedaan. Meskipun, juga punya kesamaan. Yaitu sirkulasi kepemimpinan di Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, mantan dosen ITS Surabaya ini mengungkapkan jika sistem pemerintahan presidensiil yang dianut oleh Indonesia juga diharapkan bisa menjadi lebih kuat di Pemilu 2019.

“Ada dua tujuan pula terkait penguatan sistem Presidensiil. Pertama, penguatan posisi Presiden di Parlemen. Kedua, sistem multipartai yang kompleks saat ini harus bisa menjadi lebih sederhana,” jelas Fandi Utomo.

“Sistem multipartai yang kompleks saat ini kan justru membuka ruang-ruang untuk korupsi karena biaya politik yang sangat tinggi. Dengan sistem Pemilu 2019, diharapkan masalah-masalah ini bisa diurai,” pungkas Fandi Utomo.

Sebagai informasi, di Pemilu 2019 sistem penghitungan kursi di Parlemen menjadi sedikit berbeda. Perbedaan pertama adalah Parliamentary Threshold yang sebelumnya hanya 3.5 persen menjadi 4 persen.

Selanjutnya, kini sistem penghitungan kursi Parlemen menggunakan Sainte Lague Murni dengan pembagian bilangan ganjil 1, 3, 5, 7 dan seterusnya. Jika partai sudah dapatkan kursi pertama, untuk pembagian berikutnya partai tersebut akan dibagi 3.

Dalam proses Pemilu 2019 nantinya akan ada lima surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan. Lima surat suara itu yakni kota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD serta terakhir adalah kotak suara Presiden dan Wakil Presiden.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar