Peristiwa

Eskavasi Situs Sekaran Bakal Dilanjutkan BPCB Yogyakarta

Malang (beritajatim.com) – Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur telah melakukan eskavasi selama 10 hari di Situs Sekaran di kilometer 37 seksi lima proyek jalan tol Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang.

Ketua tim ahli dari BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, tim ahli bakal kembali ke kantor menyusun laporan hasil eskavasi selama 10 hari. Selanjutnya laporan itu bakal menjadi dasar pengerjaan eskavasi susulan.

“Hasil temuan terus berkembang, ditemukan struktur batu bata menyerupai sekat atau membentuk cluster-cluster tersendiri. Seperti kedaton atau situs suci. Hasil konservasi ini sedang kita susun dan kita laporkan ke pimpinan sebelum melakukan kegiatan lanjutan,” kata Wicaksono, Jumat, (22/3/2019).

Eskavasi di situs Sekaran mengalami peluasan hingga 25×25 meter atau seluas 625 meter persegi. Pelebaran eskavasi mengikuti temuan batu bata. Ditemukan singkap bangunan menyerupai gapura yang menghadap ke timur laut. Poros orientasinya mengarah ke Gunung Semeru dan Gunung Kawi.

“Bangunan menghadap ke Timur Laut. Kita baru menemukan 2 gapura yang dibentangi pagar dan benteng. Jika sudah ketemu kita tahu berapa jumlah gapura. Dugaan bangunan suci peribadatan, bisa diduga sebagai bangunan puri, dan istana,” papar Wicaksono.

Kini situs sudah dipasang garis pembatas untuk menghindari kerusakan. Animo warga memang cukup besar melihat penemuan benda purbakala ini. Mereka setiap hari datang untuk melihat penemuan situs ini.

“Kita sudah pasang garis pembatas. Setelah laporan selesai. Penelitian akan dilanjutkan oleh tim dari BPCB Yogyakarta yang memang ahlinya tupoksinya melakukan riset kita hanya melakukan pelestarian,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar