Peristiwa

Enam Sarang Tawon Ndas Bikin Was-was

Petugas PMK Jombang sedang mengevakusi sarang tawon di rumah warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Senin (2/12/2019). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Jombang sedang punya pekerjaan baru. Bukan hanya menjinakkan si jago merah, namun mereka juga menjinakkan serangan tawon ndas atau lebah. Betapa tidak, sejak dua Minggu terakhir, sudah ada enam permintaan dari warga untuk mengevakuasi sarang tawon ndas yang ada di permukiman.

“Dari enam laporan dan permintaan evakuasi sarang tawon itu, semisal di Mojoagung, Kesamben, Ngoro dan Banjarkerep Kecamatan Jombang. Dari permintaan tersebyt, sudah beberapa yang kami evakuasi,” kata petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang Muhammad Zainudin, Senin (2/11/2019), saat evakuasi sarang tawon ndas di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung.

Tingginya permintaan evakuasi sarang tawon ndas itu bukan tanpa alasan. Menurut Zainudin, hal itu tidak lepas gencarnya pemberitaan tentang adanya orang meningal akibat tersengat tawon. “Khusus hari ini, kita melakukan evakuasi di empat titik,” sambungnya.

Di Desa Gambiran, sarang tawon ndas yang dijinakkan petugas berada di rumah milik Veri (35). Petugas yang datang ke lokasi kemudian memakai pakaian pelindung yang aman. Baju tebal itu menutup seluruh permukaan tubuh petugas. Selanjutnya, petugas PMK itu menaiki tangga yang sudah terpasang. Pasalnyam sarang tawon ndas kali ini berada di atap rumah milik Veri.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas nampak kesulitan saat mencoba naik dan mengambil sarang serangga berukuran besar itu. Petugas lantas menyemprot sarang tersebut dengan kombinasi obat campuran berupa insektisida, detergen dan beberapa bahan campuran lain. “Alhamdulillah akhirnya sarang tersebut berhasil kami ambil,” terang Zainudin sembari mengatakan bahwa sarang tawon yang dievakuasi selanjutnya berada di Kecamatan Kesamben dan Ngoro. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar