Peristiwa

Enam Calon Jemaah Haji Bojonegoro Meninggal Dunia

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak enam calon jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia sebelum keberangkatan. Dari enak jemaah yang gagal berangkat akibat meninggal dunia itu, sebanyak tiga orang sudah diganti oleh ahli warisnya.

“Sedangkan tiga calon jamaah yang lain belum diganti. Sehingga nanti uangnya akan kami kembalikan kepada ahli waris,” ujar Seksi Gara Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, M Asyik Syamsul Huda, Senin (29/7/2019).

Sementara, lanjut Asyik, calon jemaah haji yang meninggal dunia pada saat keberangkatan bisa diganti oleh keluarganya, dengan syarat menunjukkan bukti persetujuan dari pihak keluarga. “Dan ditunjukkan secara administrasi dengan akta kelahiran dan KK,” terangnya.

Calon jemaah haji dari Kabupaten Bojonegoro akan berangkat pada 31 Juli mendatang. Total dari Kabupaten Bojonegoro ada sebanyak 1.280 jamaah yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah. Persiapan pemberangkatan haji itu saat ini secara umum sudah tidak ada kendala.

“Persiapan secara umum sudah selesai, surat daftar hijau nanti malam akan diberangkatkan ke Surabaya. Tinggal koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro, karena pemberangkatan dan pemulangan melekat pada pemerintah daerah,” terang Asyik.

Pemberangkatan calon jemaah haji dari Kabupaten Bojonegoro dibagi menjadi tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 73, 74, dan kloter 75. Kloter 73 dan 74 diperkirakan akan tiba di Asrama Haji Surabaya pada pukul 07.30 WIB, sedangkan kloter 75 berangkat pada 1 Agustus dan tiba di Asrama Haji Surabaya pada pukul 07.30 WIB.

“Keberangkatan dari Bojonegoro menuju ke Asrama Haji Surabaya menggunakan 29 Bus dan 14 truck. Semua sudah dipastikan, juga pengamanan dari kepolisian,” pungkasnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar