Peristiwa

Eksekusi Rumah di Kediri Ricuh, Penghuni Menolak

Penghuni rumah menolak eksekusi dari Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Kediri (beritajatim.com) – Panitera Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri mengeksekusi sebuah rumah di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Kamis (31/1/2019). Eksekusi diwarnai kericuhan, setelah penghuni melakukan penolakan.

Namun dengan kawalan ketat petugas kepolisian, eksekusi akhirnya terus berlangsung. Indah Nur wahyuni, penghuni rumah mengatakan, sengketa kepemilikan rumah tersebut terjadi antara dirinya sebagai keluarga kandung pemilik dengan saudara tirinya, Masrikah.

Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri membacakan amar putusan eksekusi pengosongan rumah.

Indah, pada tahun 2016 lalu memenangkan sengketa kepemilikan rumah, sehingga mereka berhak menghuni bangunan yang awalnya dihuni oleh saudara tirinya itu. Namun setelah saudara tirinya mengajukan peninjauan kembali, Mahkamah Agung akhirnya mengabulkan permohonan tersebut.

Putusan MA meminta pengadilan Negeri Kabupaten Kediri untuk mengembalikan bangunan tersebut kepada Masrikah. Pihak tergugat bersikeras menolak jalannya eksekusi setelah menilai saudara tirinya telah memalsukan data ahli waris.

Meski mendapatkan penolakan dari tergugat pemilik rumah, petugas dari pengadilan tetap melakukan pengosongan rumah itu. Hal itu sesuai dengan keputusan MA untuk melakukan eksekusi pada rumah tersebut. [nng].

Apa Reaksi Anda?

Komentar