Peristiwa

Dukung Wasito, ASKAB Banyuwangi Bikin Petisi Pilkades Kaligondo Ditunda

Plt. Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB) Ali Nurfatoni (kiri) didampingi oleh Bakal Calon Kades Kaligondo, Kecamatan Genteng Wasito (kanan) usai menggelar rapat di Kantor Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dukungan terhadap Wasito, Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Kaligondo, Kecamatan Genteng berdatangan. Kali ini, support itu hadir dari Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB).

Gabungan pimpinan desa itu menanggapi langsung mengenai persoalan yang menimpa bakal koleganya itu. Mereka sengaja menggelar rapat terbatas di Kantor Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.

Dalam rapat itu menghasilkan beberapa keputusan. Pertama, ASKAB menyatakan petisi terhadap pelaksanaan Pilkades khusus di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng agar ditunda. Alasannya, mereka menilai terjadi force majeure karena bakal calon kepala desa (incumbent) dapat nilai nol dalam tes tulis.

“Kedua, ASKAB segera mengirimkan surat kepada DPRD Banyuwangi untuk menggelar hearing dan mendesak DPRD Banyuwangi memanggil panitia seleksi (Pansel) agar permasalahan tersebut dibeber ke publik,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) ASKAB Banyuwangi, Ali Nurfatoni, Selasa (3/9/2019).

Ketiga, Pria yang juga Kepala Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon ini, meminta agar Pemkab Banyuwangi mengkaji ulang dan atau mengubah perbup No 1 tahun 2017 tentang Pilkades Serentak.

“Nanti kita akan ketahui siapa yang benar dan siapa yang salah, nanti bisa kita simpulkan saat digelar di Gedung DPRD,” kata mantan Jurnalis ini.

Permasalahan ini bermula dari Wasito Kades petahana Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng saat mengikuti uji tes tulis yang dilaksanakan oleh panitia seleksi Pilkades Kabupaten Banyuwangi. Saat itu, dirinya mendapat nilai nol (0) pada jawaban soal pilihan ganda yang diberikan tim independent.

Padahal dalam pengakuan Wasito, saat itu dirinya mengerjakan soal itu. Tapi, menurut pengakuan tim independent, dia tidak mengumpulkan jawabab itu.

Kasus ini tambah mencuat, saat dirinya nekat menggelar unjuk rasa di depan istana negara. Pasalnya, Wasito yang sempat bertanya ke Panita Desk Pilkades Banyuwangi mendapat kebuntuan.

Sekedar diketahui, Pemkab Banyuwangi akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Oktober 2019 mendatang. Sebelumnya, bakal calon kades yang mendaftar mengikuti pilkades di Banyuwangi sebanyak 621 orang dari 130 desa di 24 kecamatan.

Sementara bacakades yang mengikuti tes pada Kamis (29/08/2019) lalu itu sebanyak 305 orang dari 41 desa. Tes tulis diberlakukan khusus desa yang memiliki calon lebih dari 5 orang.

Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar memiliki calon terbanyak yaitu 12 orang Bacakades. Sedangkan Desa terbanyak kedua yakni Desa Benculuk, Kecamatan Cluring dengan 11 orang Bacakades. (rin/ted)

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar