Peristiwa

Dugaan Jual Beli Makam Tionghoa, Ini Tuntutan Warga Turirejo Lawang

Malang (beritajatim.com) – Selain melaporkan dugaan adanya jual beli Makam Sentong Lama ke Komisi I DPRD Kabupaten Malang, warga Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, warga juga mengadukan persoalan tersebut ke Polres Malang dan Kejaksaan Negeri Kepanjen.

Mega Ratna Widarni Prihati, salah satu perwakilan warga Desa Turirejo menjelaskan, pengaduan tersebut dibuat agar DPRD Kabupaten Malang dan penegak hukum, bisa menelusuri apakah tanah makam itu milik Yayasan ataukah aset dari Pemkab Malang.

“Kami atas nama pribadi dan atas nama warga, bermaksud menyampaikan keresahan warga Turirejo, khususnya di sekitar area Makam Sentong Lama. Karena pemerataan makam dan penggalian makam sering dilakukan malam hari,” ungkap Mega, Minggu (14/7/2019).

“Kami mohon agar ketua Komisi U DPRD Kabupaten Malang bisa menindaklanjuti masalah ini,” tambah Mega. [yog/but]

Beberapa Poin yang Menjadi Keresahan Warga adalah:

1.Diduga terjadi malpraktik jual beli Iahan Makam Tionghoa di Area Makam Sentong Lama, khususnya area sebelah Utara. Menurut info yang diperoleh warga sejak tahun 1990, area makam tersebut sudah penuh dan tidak boleh ada penambahan makam baru di Area tersebut.

2.Warga merasa ada yang janggal pada kegiatan perataan makam lama (dianggap kadaluarsa) serta penggalian makam baru banyak dilakukan di malam hari.

3.Banyak ahli waris penghuni makam kebingungan mencari makam keluarganya dikarenakan sudah ditumpangi oleh makam baru

4.Berdasarkan info dan para penggali makam serta fakta di lapangan, terdapat puluhan makam baru di area makam tersebut .

5.Hal ini belum pernah terjadi di masa Kepala Desa sebelumnya, namun terjadi pada masa ketika Juru Kunci Makam Sentong Lama (Arif Sukmawanto) menjadi Kepala Desa Turirejo yang notabene adalah pemangku wilayah Makam Sentong Lama.

6.Warga menduga oknum Kades turirejo ketika itu yang juga Juru Kunci Makam tersebut memanfaatkan dan menyalahgunakan wewenangnya. Sehingga, dengan mudah menambah atau melakukan Jual beli makam baru di area Makam Sentong Lama untuk memperkaya diri sendiri.

Dari Poin Permasalahan di Atas, Warga Berharap Dapat Penjelasan Dari Pihak-Pihak Terkait, Dalam Hal Ini Meliputi :

1.Mohon agar diperjelas status Malam Sentong lama utamanya sisi utara, ini dalam pengelolaan Pcmkab atau Yayasan? Dalam hal ini Tempat Pemakaman Umum atau Tempat Pemakaman Bukan Umum.

2.Warga mempertanyakan status Juru Kunci dalam hal ini Saudara Arif Sukmawanto, mengingat beberapa tahun yang lalu ada rekomendasi dan Pemdes di masa Pemerintahan Kades M Suud untuk merekomendasi Arif Sukmawanto sebagai Juru Kunci. Artinya dengan adanya SK Juru Kunci warga menganggap makam ini dalam pengelolaan Pemkab Malang.

3.Warga menanyakan surat terkait penunjukan Arif Sukmawanto sebagai Juru Kunci serta aturan boleh tidaknya rangkap jabatan.

4.Mohon dijelaskan kepada kami apakah praktik yang dilakukan Saudara Juru Kunci yang juga Kepala Desa Turirejo itu sudah benar dan berdasarkan aturan yang ada. Seperti perlakuan terhadap makam kadaluarsa serta legalitas penghuni makam baru.

5 Warga menanyakan transparansi dana yang dikeluarkan oleh ahli waris makam baru serta penggunaanya apakah sesuai dengan aturan yang ada.

Apa Reaksi Anda?

Komentar