Peristiwa

Dua Warga Kedungadem Ditemukan Meninggal Secara Misterius

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua orang warga Dusun Slinggang Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, diketahui meninggal dunia. Keduanya Waidi (53) dan seorang perempuan bernama Sriatun (41). Kematian keduanya masih menjadi tanda tanya. Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut.

Keduanya diketahui meninggal oleh saksi Satinah (70) pada pukul 05.00 WIB, kemarin. Satinah saat itu bermaksud membangunkan anaknya, Waidi. Setelah dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban, saksi kemudian mengintip dari celah dinding rumah dan didapati keduanya dalam keadaan tergeletak di karpet yang berada di ruang tamu.

Kapolsek Kedungadem, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus El Fauzi, mengatakan dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri, sementara menurut pemeriksaan medis, diduga korban meninggal dunia akibat over dosis. Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut.

“Saat itu saksi melihat kedua korban dalam keadaan tergeletak di karpet tepatnya di ruang tamu sehingga saksi Satonah segera memberitahukan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat,” kata Kapolsek, Rabu (18/9/2019).

Selanjutnya, Ketua RT, Sadiran (53), bersama warga dusun setempat berupaya membuka paksa pintu jendela rumah korban, dengan cara dicongkel dari luar. “Setelah berhasil masuk rumah dan dilakukan pengecekan, kedua korban diketahui telah meninggal dunia,” tutur Kapolsek mengimbuhkan.

Masih menurut Kapolsek, berdasarkan hasil olah TKP, diketahui bahwa saat ditemukan, rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan warga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Di sekitar tempat kejadian perkara, di temukan sisa minuman beralkohol jenis arak, dua butir obat sakit kepala jenis Mixagrip, minuman jenis Fanta merah yang dikemas dalam sebuah botol plastik.

“Pada tubuh kedua korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Menurut pemeriksaan medis, diduga korban meninggal dunia akibat over dosis,” kata Kapolsek.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, ahli waris kedua korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan. “Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek.

Secara terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli saat dikonfimasi membenarkan, bahwa dirinya telah mendapat laporan terkait penemuan mayat di wilayah hukum Polsek Kedungadem. “Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut,” tutur Kapolres AKBP Ary FAdli. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar