Peristiwa

Dua Rumah Terbakar di Sekargadung yang Tewaskan Lansia Dibangun Kembali

Gresik (beritajatim.com)- Dua rumah yang terbakar di Desa Sekargadung, Kecamatan Dukun, Gresik, yang juga menewaskan lansia yang bernama Sidekan (76) membawa empati tersendiri bagi Wabup M.Qosim.

Dengan didampingi sejumlah pejabat dan Camat Dukun. M.Qosim memerintahkan agar Kepala Desa (Kades) Sekargadung, untuk segera membangun dua rumah yang terbakar di desanya.

“Saya mohon Pak Aqson Achmadi sebagai Kades Sekargadung untuk berkordinasi agar segera membangun kembali rumah yang terbakar, karena semua penghuni rumah ini adalah janda dan ada dua anak yatim yang masih kecil-kecil. Kebutuhannya berapa dan segera koordinasikan dengan kami,” ujar Wabup M.Qosim saat mengunjungi korban kebakaran, Senin (19/8/2019).

M.Qosim pun terhenyak melihat puing-puing rumah bekas kebakaran pada Minggu pukul 02.20 WIB dinihari. Kebakaran yang diduga berawal dari obat nyamuk bakar telah menyebabkan Sidekan (76) yang saat itu tengah tertidur pulas, meninggal dunia.

Saat melihat puing-puing terbakar itu memanggil dua pemilik rumah Ahsanul Ahmaidah (anak Sidekan) dan Muasaroh (Adik Sidekan). Seakan masih trauma, kedua orang pemilik rumah itu didampingi Kades Sekargadung mendatangi Wabup Qosim dengan pandangan kosong.

Terkait dengan kejadian itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik memberikan beberapa bantuan. Selain uang tunai yang dimasukkan dalam amplop, dan map. BPBD Gresik juga memberikan 6 lembar selimut, family kid 6 paket, perlengkapan rumah tangga 2 paket, matras 6 lembar, paket sekolah 6 tas dan sembako 10 paket.

“Pak Kades, sebelum membangun agar berkoordinasi dengan korban tentang bentuk bangunan rumah yang diinginkan. Denahnya juga ditanyakan dulu sesuai keinginan dia. Tentu saja tingkat keamanan lebih diutamakan, jangan sampai kejadian ini terulang kembali, dan yang paling penting para korban ini segera bisa melupakan kejadian tragis ini,” ujar M.Qosim.

Kejadian kebakaran di desa Sekargadung ini menyisakan korban. Dimana, dua rumah sederhana yang terbuat dari kayu tersebut ditinggali 4 orang janda dan dua anak yatim serta seorang Sidekan (korban). Dua anak yatim tersebut Sigit Ardian (10) dan Alfiyah Novalani (3,5).

Melihat keadaan ini, masyarakat yang dikoordinir oleh Kades setempat segera melakukan aksi dengan mengumpulkan sumbangan sukarela. “Sampai pagi ini kami sudah mendapatkan sumbangan dana dari masyarakat sebanyak Rp 20 juta rupiah. Selain uang tunai kami juga mendapat bantuan bahan material serta ada seseorang yang menanggung kebutuhan seluruh kayu. Kami akan membangun sesuai keinginan korban sebagaimana yang disampaikan Wabup Qosim,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Sutrisno. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar