Peristiwa

Dua Korban Terseret Arus saat Menjaring Ikan Ditemukan

Gresik (beritajatim.com) – Dua korban saat menjaring ikan di tengah meluapnya Kali Lamong ditemukan. Korban atas nama Nuri (21) dan Bagus Akbar Pratama keduanya warga RT 10 RW 03 asal Kelurahan Kramat Inggil, Kecamatan Gresik.

Kedua korban tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Tepatnya, di tengah area tambak ikan yang tergenang banjir akibat meluapnya Kali Lamong di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik.

Korban yang ditemukan pertama adalah Nuri (21). Salah satu relawan yang menemukan korban adalah Rahmandika (24) yang juga guru SD YPI Cerme, Gresik.

Dika, nama panggilannya, menceritakan dirinya baru pertama kali melakukan penyelamatan seperti ini. Apalagi yang ditemukan adalah korban yang terseret arus saat menjaring ikan.

“Saya baru berenang tidak lebih dari satu jam di tengah. Saat itu, berpegangan kayu lalu digoyang-goyangkan. Tiba-tiba muncul ke permukaan kaki korban lalu saya angkat bersama anggota Satpolair Polres Gresik,” ujarnya, Minggu (5/05/2019).

Lebih lanjut Dika mengatakan, dirinya juga agak kaget. Pasalnya, saat mengangkat kaki korban yang tersangkut di dalam air. Kakinya dan sekujur tubuhnya sudah memutih.

“Korban yang saya angkat ciri-cirinya berambut agak gondrong,” tuturnya.

Kurang dari satu jam kemudian, korban kedua adalah Bagus Akbar Pratama (17). Korban juga ditemukan oleh relawan Dimas Lanuardi (24) dari SAR Majelis Tafsir Al Qu’an (MTA) Gresik.

Menurut penuturan Dimas, tubuh Bagus ditemukan dengan posisi menghadap ke atas. Saat itu, dirinya menggunakan kayu lalu digoyang-goyangkan dan menyentuh tubuh korban.

“Sewaktu menyelam ada yang mengganjal saat kayu digoyangkan, dan ternyata benar tubuh korban masih memegang jaring. Menghadap ke atas tidak jauh dari lokasi korban yang pertama ditemukan,” ungkapnya.

Terkait dengan kejadian ini, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro menuturkan evakuasi korban membutuhkan waktu 12 jam dan kedua korban tenggelam selama 10 jam lebih.

“Laporan yang masuk korban yang terseret lalu tenggelam di dasar area tambak sekitar 10 jam lebih. Kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik,” ungkapnya.

Perwira dengan dua melati di pundak itu menyatakan dirinya menghimbau kepada warga yang masih terdampak banjir akibat meluapnya Kali Lamong harus ekstra hati-hati mengingat arusnya cukup deras.

“Air yang meluap dari Kali Lamong cukup deras, dan berdasarkan data sudah ada empat orang yang meninggal akibat terseret banjir,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar