Peristiwa

Dua Kecamatan di Gresik Ini Terendam Banjir

Gresik (beritajatim.com)– Imbas intensitas hujan yang cukup tinggi melanda wilayah Gresik, menyebabkan dua kecamatan yakni, Kecamatan Driyorejo dan Dukun terendam banjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, mencatat dua wilayah kecamatan yang terendam banjir itu membuat jalan, areal Persawahan tergenang hingga 40 cm.

Sementara, sejumlah desa yang terendam. Antara lain, Desa Bangeran Geneng, Desa Gedong Kedo’an, Desa Bulangan, Desa Lowayu dan Dusun Kaliagung yang masuk wilayah Kecamatan Dukun. Yang tergenang mulai dari jalan desa, area tambak serta tempat pemakaman umum.

Sedangkan di Kecamatan Driyorejo terdapat dua desa yang mengalami banjir. Yaitu, Desa Sumput dan Kesamben Wetan. Yang tergenang rata-rata jalan poros desa. Namun catatan dari warga sekitar, sejumlah rumah di dua desa tersebut mengalami banjir setinggi 30 cm.

Salah satu warga Aris Gunawan (41) asal Driyorejo, Gresik mengatakan kedalaman banjir bervariasi, daerah yang dekat sungai paling parah. Air sampai masuk ke rumah warga.

“Kalau hujan deras, pasti banjir. Yang kasihan rumah warga juga ikutan kemasukan air, mereka tidak bisa tidur,” tuturnya, Kamis (7/03/2019).

Menurut Aris, banjir itu diakibatkan banyak hal. Namun yang paling terlihat adalah terdapat penyempitan Kali Tengah. Akibatnya fatal, aliran alir tidak bisa lancar sehingga meleber ke luar sungai.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gresik Dianne Hetty Widajatie mengatakan sampai saat ini pihaknya terus melakukan monitoring di daerah-daerah yang berpotensi terdampak. Bahkan, jauh hari sudah menyiapkan perahu karet untuk mendistribusikan ke daerah-daerah yang rawan banjir.

“Kami selalu antisipasi sampai banjir mereda dan hingga saat ini BPBD Gresik terus melakukan monitoring,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar