Peristiwa

Kekeringan

DPRD Sampang Soroti Minimnya Bantuan Air Bersih untuk Warga

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaidi

Sampang (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menegaskan bahwa bantuan air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hanya 2 liter air bersih per jiwa selama musim kemarau 2019 atau tujuh bulan.

Anang Djoenaidi Kepala BPBD Sampang menjelaskan, masing-masing desa yang mengalami bencana kekeringan hanya mendapat jatah sebanyak 3 tangki selama 7 bulan. “Kalau dibilang cukup ya tidak, makanya kita gandeng pihak swasta mulai PMI, Bank BPRS dan lain-lain,” terangnya, Senin (4/11/2019).

Saat ditanya peran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang terkait bantuan air bersih selama musim kemarau, Kepala BPBD mengatakan bahwa PDAM kerjasama dengan komposisi penggunaan anggaran Rp 150 juta. Rincianya dari BPBD 4 tangki dan PDAM 3 tangki yang disebar untuk 67 desa.

Sekedar diketahui, Alan Kaisan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sampang menganalisa anggaran bantuan air selama musim kemarau, ketika dibelikan air maka rata-rata setiap warga hanya menerima air sekitar 2 liter selama 7 bulan. Kondisi tersebut sangat miris di tengah musim kemarau yang panjang pada 2019.

“Kami di DPRD Sampang, kedepan dalam perencanaan pengoboran dan pembangunan tandon harus di prioritaskan kepada desa/ kecamatan yang memang mengalami kekeringan musiman lalu membangun embung sebagai tambahan penunjang,” janjinya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar