Peristiwa

Direlokasi Pemkab, PKL Bojonegoro Mengaku Kurang Nyaman

Tenda PKL di belakang Taman Rajekwesi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di ruas jalan di Kabupaten Bojonegoro akan direlokasi secara bertahap. Relokasi dilakukan dengan menempatkan PKL pada satu tempat menggunakan tenda yang ditata secara berjajar.

Salah satu yang sudah direlokasi di antaranya PKL yang ada di ruas Jalan Panglima Polim dan Jalan Patimura direlokasi ke Gedung UMKM. Kemudian PKL di area Jalan Rajekwesi, Untung Suropati dan PKL sekitar taman Rajekwesi. Mereka dipindah ke lapangan belakang Taman Rajekwesi.

“Untuk ke depannya tentu akan dikaji lebih lanjut. Saat ini konsepnya adalah penataan dulu dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada sekarang,” ujar Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pemkab Bojonegoro Ahmad Gunawan, Selasa (10/12/2019).

Selain dua titik tersebut, Pemkab Bojonegoro juga sudah menyiapkan tempat lain. Sedikitnya ada tiga titik lain yang akan disiapkan. Secara bertahap, Ahmad Gunawan mengatakan relokasi akan dilakukan kembali bagi para PKL yang menempati trotoar seputaran Alun-alun.

PKL yang ada di sekitar Alun-alun akan direlokasi ke barat kantor Satlantas Polres Bojonegoro. Ada juga yang akan ditempatkan di Jalan Hayam Wuruk, Jalan Kartini, PKL di trotoar ruas jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro dan sekitarnya. “Nanti kita kabari setelah ada progres penyiapan lokasi berikutnya,” ungkapnya.

Salah seorang PKL yang sebelumnya jualan di trotoar jalan Patimura, Pak Tok mengatakan, relokasi yang dilakukan Pemkab Bojonegoro ini dinilai kurang persiapan. Sehingga tidak nyaman bagi para pedagang maupun konsumen. Termasuk salah satunya hanya disediakan tenda darurat.

“Kalau ada yang mau makan di tempat masih sempit dan siang panas sekali,” ujarnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar