Peristiwa

Dinsos Provinsi Jatim Bawa Gadis ‘Pemakan Jari Tangan” ke RSJ Menur Surabaya

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur akhirnya merujuk Wiji Fitriani, gadis pemakan jari-jari tangannya sendiri akibat mengidap skizofrenia asal Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, guna menjalani pengobatan  secara intensif.

Selama ini, pihak Dinas Kesehatan kesulitan untuk melakukan pengobatan dan perawatan terhadap Wiji lantaran selalu mendapatkan penolakan dari neneknya Jirah. Bahkan Wiji pernah mendapat rujukan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang di Malang hingga  tiga kali.

Namun karena keinginan nenek, gadis 28 tahun itu kembali dibawa pulang dan hanya dirawat seadanya di rumah. Hal ini yang menyebabkan kejiwaannya tak kunjung normal.

“Agar Wiji mendapatkan perawatan secara intensif, kami merujuk wiji ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, DR. Sukesi.

Untuk mengantisipasi penolakan dari neneknya , petugas melarang nenek Wiji turut ke rumah sakit. Sebab, selama ini, ketika Mbah Jirah ikut ke rumah sakit, selalu memaksa petugas rumah sakit untuk memulangkan Wiji secara paksa.

Sementara itu , dari hasil pemeriksaan selama ini, Wiji didiagnosis mengidap skizofrenia yang mengakibatkan dia sering berhalusinasi hingga memakan jari – jarinya sendiri.

Saat ini kondisi luka di jari tangan Wiji sudah mengalami pembusukan atau gangrene, sehingga harus segera mendapatkan perawatan intensif. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar