Peristiwa

Gadis Tinggal Tulang Berbalut Kulit

Dinkes Kabupaten Mojokerto Koordinasi Sejumlah Pihak

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangani kasus Miftah Ramadhani (21), gadis tinggal tulang berbalut kulit warga Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin menjelaskan, tubuh Miftah nyaris tinggal tulang berbalut kulit akibat kekurangan gizi. “Selama beberapa tahun terakhir hanya menjalani pengobatan terhadap kondisi kejiwaannya. Saat ini kejiwaannya cenderung stabil. Tidak ngamukan, emosi terkendali” ungkapnya, Kamis (14/2/2019).

Saat ini, tegas Didik, yang perlu dipulihkan yakni kondisi fisiknya. Riwayat orang tua, dalam tiga bulan terakhir kondisinya menurun karena makannya satu hari satu kali. Sehingga kekurangan asupan yang masuk ke dalam tubuhnya. Ditambah Miftah tidak mau konsisten makan tiga kali sehari.

“Kondisi fisik, asupan makan akan dibantu untuk pulih kembali. Kesadaran penuh, respon bagus. Meski pelat tapi bisa menjawab pertanyaan. Kita sudah koordinasi dengan BPJS karena khawatir rawat inap dibatasi. Namun ternyata tidak. Kalau ada rekom dokter layak pulang, akan kita bantu,” katanya.

Dinkes juga akan berkoordinasi dengan Kepala Desa (kades) Kupang terkait bagaimana lingkungannya, karena harus dilakukan pemulihan secara cepat. Dinkes juga akan koordinasi dengan Dinkes Kota Mojokerto karena Miftah masih warga Kota Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar