Olahraga, Peristiwa

Dinilai Tak Mampu, KONI Tuntut Turunkan Kadisporbudpar Kota Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto menggelar aksi di depan kantor Walikota Mojokerto. Mereka meminta Walikota Mojokerto untuk menurunkan Kepala Dinas Pemuda, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojokerto.

Novi Rahardjo karena dinilai tidak mampu menyiapkan anggaran untuk KONI. Terbukti di tahun 2019, KONI tidak mendapatkan anggaran sepeser pun. Praktis semua kebutuhan KONI selama tahun 2019, pengurus urunan. Seperti pada gelaran Porprov 2019 lalu.

Ketua Umum KONI Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo mengatakan, ada dua tuntutan yang disampaikan di depan Walikota Mojokerto. “Untuk anggaran akan diakomudir di tahun 2020, tahun ini tetap tidak ada anggaran untuk KONI. Tahun ini blong,” ungkapnya usai pertemuan tertutup, Kamis (13/9/2019).

Masih kata Abah San (panggilan akrab, red), aksi tersebut sengaja dilakukan untuk mendongkrak agar tak adanya anggaran untuk KONI tidak terulang kembali di tahun-tahun mendatang. Pengajuan anggaran melalui Disporabudpar, untuk anggaran tahun 2019 diajukan tahun 2018.

“Tahun 2019, kami mengajukan Rp3,5 milyar kemudian di P-APBD mengajukan Rp3 milyar dsn didisposisi Walikota Rp2,5 milyar. Mekanisme sudah jalan, di DPR tidak berani dok akan berdampak di belakang hari. Disini, Disporabudpar tidak bisa memperjuangkan,” katanya.

Aksi KONI Kota Mojokerto di depan kantor Walikota Mojokerto. [Foto : misti/beritajatim]
Sehingga pihaknya menuntut turunnya Kepala Disporabudpar Kota Mojokerto karena dinilai tak mampu menyiapkan anggaran untuk KONI di tahun 2019. Tuntutan tersebut juga sudah disampaikan kepada Walikota Mojokerto yang menemui pengurus KONI bersama Wakil Walikota dan Sekdakot Mojokerto.

“Kita sampaikan karena tidak mampu. Salahnya tidak menyiapkan anggaran KONI, sudah beberapa kali memimpin dinas anggaran ada tidak dilaksanakan. KONI mau mencairkan anggaran tidak dicantumkan. Walikota sudah akomudir,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya sudah mendengarkan kronologi yang terjadi selama ini versi dari KONI. “Kami juga menyampaikan fakta yang sudah kami lakukan terkait mekanisme yang menjadi tugas dan tanggungjawab Pemkot,” tuturnya.

Yakni untuk mengupayakan dana hibah kepada KONI bisa masuk pada penganggaran PAPBD. Menurutnya, semua sudah dilalui dan P-APBD sudah di dok. Namun karena atas pertimbangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto tidak bisa dianggarkan di P-APBD sehingga tidak bisa.

“Tetapi proses sejak awal sesuai mekanisme yang ada untuk dianggarkan di 2020. Insya Allah antara eksekutif dan legislatif di 2020 bisa dipastikan akan terealisasi karena tahapan mekanisme sudah bisa dilalui sesuai aturan yang ada,” urainya.

Usulan anggaran KONI sebesar Rp6 milyar, namun Pemkot Mojokerto tidak bisa memenuhi karena ada skala prioritas urusan wajib yang harus diprioritaskan. Sehingga pemberiannya disesuaikan dengan Kemampuan Keuangan Daerah (KKD).

“Kami sesuai dengan intusias pemerintah hanya bisa memberikan pembinaan atau penghargaan bagi atlet yang mendapatkan itu. Anggarannya sebesar Rp210 juta tersebut diperbolehkan menurut aturan, nanti akan diberikan di awal 2020. Ini diluar hibah KONI,” paparnya.

Terkait tuntutan diturunkannya Kepala Disporabudpar Kota Mojokerto, Walikota menambahkan, jika hal tersebut menjadi pertimbangannya sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Menurutnya, Sekdakot kebawah, seluruh ASN adalah kewenangan PPK untuk melakukan pembinaan.

“Ini jadi pertimbangan kami, kami evaluasi. Records Kadispora akan dilihat ke BKD dan saat ini kami sedang melakukan karakter assesment yang dilakukan lembaga psikolog Anggaran Laut. Records yang ada di BKD dimohonkan KONI dan hasil assignment Angkatan Laut akan menjadi bahan pertimbangan bagi saya untuk memutuskan,” pungkasnya.

Usai melakukan pertemuan dengan Walikota Mojokerto di ruang nusantara Pemkot Mojokerto, Ketua Umum KONI Kota Mojokerto menyampaikan hasil pertemuan kepada para pengurus KONI yang sudah menunggu di depan kantor Pemkot Mojokerto.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar