Peristiwa

Dinas Perdagkum Sebut Pom Mini yang Terbakar Usaha Ilegal

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Ponorogo mengaku prihatin atas terbakarnya pom mini, Senin (8/7/2019). Kabakaram itu mengakibatkan pemiliknya mengalami luka bakar serta satu mobil juga ikut terbakar. Dinas menegaskan bahwa dalam hal keamanan, pom mini tersebut jelas melanggar hukum atau ilegal.

“Sebenarnya kami sudah menyurati pemilik pom mini di Ponorogo untuk menghentikan usaha itu karena ilegal,” kata Kepala Dinas Perdagkum Addin Andanawarih, Selasa (9/7/2019).

Penghentian usaha pom mini itu bukan tanpa alasan, Addin berpijak pada peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Tentang penyaluran bahan bakar jenis minyak pada daerah yang belum terdapat penyalur BBM, Nomor 6 Tahun 2015.

“Penyaluran wajib memenuhi teknis dan keamanan keselamatan kerja. Karena harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Meskipun begitu, Dinas Perdagkum tidak mempunyai wewenang untuk menindak pelaku usaha pom mini tersebut. Dia menyebut pihak yang berhak, tentunya para penindak hukum atau lembaga perlindungan konsumen.

Sebenarnya, terkait menjamurnya usaha pom mini di bumi reyog, Dinas Perdagkum sudah melayangkan surat kepada lembaga perlindungan konsumen yang ada di Kediri. Guna mendorong lembaga tersebut, menindak pelaku usaha pom mini.

“Kami hanya berwenang memberikan himbauan dan pembinaan agar pelaku usaha pom mini beralih ke usaha lain yang legal. Tentu itu keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar