Peristiwa

Dinas Kesehatan Bangkalan Didemo Warga

Puluhan warga berdemo di kantor Dinkes tuntut penghapusan data PBID

Bangkalan (beritajatim.com) – Dewan Kesehatan Rakyat bersama masyarakat terdampak penghapusan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) melakukan aksi demo ke kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

Muhyi Ketua DKR menyatakan upaya penghapusan yang dilakukan pemerintah tidak berdasarkan verifikasi dan validasi terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan penghapusan salah sasaran dan warga miskin menjadi korban.

“Penghapusan ini hanya dilakukan di atas meja. Asal coret tidak melihat kenyataan dilapangan seperti apa. Akibatnya masyarakat kecil yang jadi korban,”ucapnya, Kamis (6/2/2020).

Tak hanya itu, dalam aksi ini pihaknya membawa tiga tuntutan diantaranya pengaktifan kembali bagi pasien miskin yang darurat, penggunaan biakesmaskin untuk rawat jalan dan juga percepatan langkah Dinkes untuk verval data agar per tanggal 1 Maret tak ada lagi masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes setempat, Sudiyo memberikan solusi saat itu juga. Ia meminta masyarakat yang telah rawat darurat untuk segera melapor agar diaktifkan kembali. Ia juga menjelaskan kartu biakesmaskin bisa digunakan satu kali rawat jalan dan selebihnya dilaporkan ke Dinkes untuk diperpanjang.

“Dan untuk solusi ketiga, kami sudah lakukan rapat kemarin dengan semua kepala Puskesmas dan juga tim koordinasi, agar mempercepat verval ke lapangan dengan batas maksimal 17 Februari,” jelasnya.

Puas dengan tanggapan yang diberikan oleh pihak Dinkes, massa kemudian membubarkan diri.[sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar