Peristiwa

Diduga Dukun Santet, Kakek 80 Tahun Tewas Dibantai

Sumenep (beritajatim.com) – Suadin (80), warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, ditemukan tewas di kamar tidurnya dengan tubuh penuh luka sabetan senjata tajam.

Korban pertama kali ditemukan istrinya sendiri, Jahri. Saat kejadian, istri korban berada di kamar tengah bersama cucunya. Sedangkan korban berada di kamar belakang. Pintu rumah masih dibiarkan terbuka karena korban belum tidur.

“Tak berselang lama, listrik tiba-tiba padam. Istri korban kemudian mendengar teriakan dua kali dari kamar belakang,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Moh. Heri, Kamis (7/2/2019).

Mendengar teriakan itu, Jahri keluar kamar untuk mencari senter. Kemudian ia menghidupkan lampu dan berjalan ke kamar belakang. Saat itulah, ia mendapati suaminya dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah.

“Korban mengalami luka robek di paha kanan hingga tulang patah, kemudian jari telunjuk kanan putus, dan luka parah di wajah dan kepala,” ungkap Heri.

Polisi langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara tim medis melakukan visum luar terhadap korban. Keluarga korban menolak jenazah diotopsi.

Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya potongan gagang senjata tajam, kemudian sarung milik korban. Sedangkan siapa pelaku dan apa motifnya, masih dalam penyelidikan.

“Kalau kabar yang beredar di masyarakat, korban diduga punya ilmu hitam atau santet. Kami masih memeriksa saksi-saksi, untuk mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal,” ucapnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar